Jakarta, Crew8 News,- Sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri menyerahkan laporan akhir hasil kerja mereka kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Selasa (5/5). Laporan setebal 3.000 halaman tersebut menjadi puncak dari proses evaluasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian yang berlangsung selama enam bulan terakhir.
Komisi yang dipimpin oleh Jimly Asshiddiqie itu turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Mahfud MD dan Yusril Ihza Mahendra, serta beberapa mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Kehadiran mereka menandai keseriusan negara dalam mendorong reformasi struktural di tubuh Polri.
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup namun dilaporkan berjalan hangat, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja intensif tim yang dinilai telah menyusun rekomendasi secara komprehensif dan objektif. Kepala negara menegaskan bahwa dokumen tersebut akan menjadi landasan strategis dalam membenahi kinerja Polri, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
Sumber di lingkungan Istana menyebutkan, laporan tersebut memuat berbagai rekomendasi penting, mulai dari penguatan sistem pengawasan internal, perbaikan tata kelola kelembagaan, hingga peningkatan profesionalisme sumber daya manusia di kepolisian. Selain itu, reformasi di bidang penegakan hukum dan transparansi juga menjadi fokus utama dalam dokumen tersebut.
Komisi Percepatan Reformasi Polri sendiri dibentuk sebagai respons atas berbagai dinamika dan sorotan publik terhadap kinerja kepolisian dalam beberapa tahun terakhir. Melalui laporan ini, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk memastikan institusi Polri semakin profesional, modern, dan dipercaya publik.
Penyerahan laporan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas komisi. Pemerintah selanjutnya akan mengkaji dan memformulasikan langkah implementasi dari rekomendasi yang telah disampaikan, sebagai bagian dari agenda reformasi hukum nasional.
(C8N)
#senyuman08






