Solok, Crew8 News,- Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok (UMMY) Solok, Dr. Rica Mega Sari, secara resmi membuka Lomba Debat Hukum antar pelajar SMA/MA/sederajat bertajuk Law Debate Competition 2026 di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Solok, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kementerian Agama, civitas akademika, serta undangan lainnya.
Kompetisi yang digagas Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMMY Solok bersama Pusat Studi Hukum dan Humaniora Meester Yamin Law Center (MYLC) tersebut mengangkat tema “Hukum Indonesia dalam Perspektif Gen Z”. Ajang ini ditujukan sebagai ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, logika, dan argumentasi hukum.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, sekaligus sarana membentuk generasi muda yang adaptif dan memiliki daya saing. Ia berharap kompetisi tidak berhenti pada seremoni, tetapi memberi dampak nyata dalam peningkatan literasi hukum di kalangan pelajar.
Pemerintah Kota Solok yang diwakili Kepala Bagian Hukum Setdako, Alex Shindo, menyatakan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai debat hukum menjadi media strategis untuk menyeimbangkan kemampuan akademik, pengalaman organisasi, dan jejaring sosial pelajar. Menurutnya, pemahaman hukum sejak dini penting untuk membentuk generasi berintegritas.
Ketua panitia, Mutia Nada Kasturi, menyampaikan bahwa materi debat mengangkat isu-isu aktual seperti penegakan hukum, hukuman mati, zonasi pendidikan, penggunaan gadget, hingga pertambangan tanpa izin. Ia menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai sudut pandang dalam proses pengambilan keputusan.
Sementara itu, Ketua MYLC, Rijal Islamy, menyebutkan 16 tim peserta yang berlaga merupakan hasil seleksi dari banyaknya pendaftar. Ia menegaskan kegiatan ini dirancang sebagai agenda berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran hukum generasi muda.
Seluruh peserta mengikuti kompetisi tanpa biaya pendaftaran. Panitia menyediakan penghargaan berupa sertifikat, trofi, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi peserta. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi hukum.
Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak delapan tim memastikan lolos ke babak semifinal setelah melalui tahap penyisihan. Sejumlah hasil pertandingan menghadirkan kejutan, termasuk kemenangan Pondok Pesantren Al Madinah Talang atas salah satu tim unggulan.
Babak semifinal dijadwalkan berlangsung Rabu (6/5/2026) pagi, dilanjutkan dengan partai final pada siang hari. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang adu gagasan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran hukum serta partisipasi aktif pelajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(C8N)
#senyuman08






