Sektor Pertanian Kokoh Topang Ekonomi, Ketahanan Pangan Nasional Kian Menguat

JAKARTA, Crew8 News,- Sektor pertanian kembali menunjukkan perannya sebagai penopang utama ekonomi nasional pada Kuartal I 2026. Kementerian Pertanian mencatat kontribusi sektor ini mencapai 12,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekaligus menegaskan ketahanan pangan Indonesia berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton, angka yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri di tengah tantangan perubahan iklim global. Pemerintah juga terus memperkuat produksi melalui gerakan tanam padi serentak yang telah dilaksanakan di 25 provinsi.

Stok kita aman. Produksi terus kita dorong agar Indonesia tetap mandiri pangan tanpa ketergantungan pada impor,” ujar Amran dalam keterangannya.

Selain menjaga ketersediaan pangan, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk menekan biaya produksi petani. Salah satunya melalui kebijakan penurunan harga pupuk hingga 20 persen. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli petani sekaligus mendorong produktivitas di sektor pertanian.

Tak hanya fokus pada produksi dalam negeri, Kementerian Pertanian juga mulai memperluas pasar internasional. Indonesia tercatat telah melakukan ekspor pupuk ke Australia dan India sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi tawar di pasar global.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang bersih dan berintegritas. Amran mengingatkan bahwa tidak ada toleransi bagi pelanggaran dalam pengelolaan anggaran sektor pertanian yang mencapai Rp 40 triliun. Mitra swasta yang terbukti melanggar kontrak akan langsung dimasukkan dalam daftar hitam, sementara pegawai yang terlibat praktik korupsi atau meminta fee proyek akan diberhentikan dan diproses secara hukum.

Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang merusak ketahanan pangan. Anggaran harus sampai ke petani, bukan diselewengkan,” tegasnya.

Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan pada pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak bencana, termasuk di Sumatera Barat. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah mempercepat rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat banjir melalui program gerakan tanam serempak.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan produktivitas petani segera pulih dan stabilitas pangan tetap terjaga, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan kombinasi kebijakan produksi, efisiensi biaya, perluasan ekspor, serta penegakan integritas, sektor pertanian diyakini akan terus menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini