Namanya Dicatut dalam Pilwana, Trio Karno Vivo Tegaskan Tak Dukung Kandidat Tertentu di Pilwana Kab Solok

CREW 8 NEWS| PANINGGAHAN

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Partai Golkar, Trio Karno Vivo, menegaskan tidak pernah menyatakan dukungan kepada salah satu calon dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak. Ia meminta pihak-pihak tertentu menghentikan penyebaran informasi maupun propaganda yang mengatasnamakan dirinya untuk kepentingan kandidat tertentu.

Penegasan tersebut disampaikan Trio setelah memperoleh informasi dari sejumlah tokoh masyarakat mengenai adanya pihak yang mengaitkan namanya dengan dukungan terhadap salah satu calon wali nagari.

Trio mengatakan, keterlibatan anggota DPRD dalam memenangkan kandidat tertentu tidak sejalan dengan posisi kelembagaan DPRD. Pilwana merupakan pesta demokrasi masyarakat nagari, bukan kontestasi partai politik.

“Tidak etis rasanya jika saya ikut terlibat dalam dukung-mendukung pada Pilwana serentak, terutama karena partai politik bukan peserta dalam kontestasi tersebut. Pilwana bukan agenda politik partai,” kata Trio.

Menurut dia, pencalonan wali nagari memiliki persyaratan tersendiri, termasuk ketentuan mengenai keterlibatan calon dalam kepengurusan atau keanggotaan partai politik. Karena itu, Pilwana harus ditempatkan sebagai proses demokrasi nagari yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung, bebas, dan bertanggung jawab.

Trio menjelaskan, seluruh wali nagari di Kabupaten Solok merupakan mitra kerja DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Siapa pun yang terpilih nantinya akan tetap menjadi mitra DPRD dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat nagari.

“Seluruh wali nagari merupakan mitra kerja kami di DPRD. Jadi, tidak elok dan tidak masuk logika apabila saya harus terlibat dalam mendukung salah satu calon. Siapa pun yang dipercaya masyarakat nantinya tetap akan menjadi mitra kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya bersama anggota DPRD lainnya pada prinsipnya menghargai seluruh calon yang telah ditetapkan untuk mengikuti Pilwana. Para kandidat tersebut telah melewati proses pendaftaran, pemeriksaan persyaratan, dan tahapan administratif yang dilaksanakan panitia.

“Rekan-rekan di DPRD berkomitmen mendukung seluruh calon yang berpartisipasi. Mereka merupakan putra-putri terbaik nagari yang telah melewati proses dan dinyatakan memenuhi persyaratan administratif. Biarkan masyarakat memberikan penilaian dan menentukan pilihannya,” katanya.

Atas dasar itu, Trio menolak namanya dicatut ataupun diklaim sebagai bagian dari kelompok pendukung salah satu calon. Ia mengingatkan agar kontestasi Pilwana tidak diwarnai penyebaran informasi menyesatkan, pencatutan nama, kampanye hitam, maupun upaya mengadu domba masyarakat.

“Saya menolak dengan tegas nama saya dilibatkan dalam Pilwana, apalagi disebut memberikan dukungan kepada salah satu kandidat. Kepada oknum yang sengaja membuat propaganda dengan mengatasnamakan saya, saya minta segera menghentikan praktik seperti itu,” tegasnya.

Trio juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh materi kampanye, pesan berantai, ataupun pernyataan dukungan yang belum dikonfirmasi langsung kepada pihak yang namanya dicantumkan. Menurut dia, kebiasaan melakukan klarifikasi atau tabayun diperlukan untuk menjaga suasana nagari tetap aman dan kondusif.

Ia mengapresiasi tokoh masyarakat yang memilih mendatanginya secara langsung untuk meminta penjelasan mengenai informasi tersebut.

“Saya berterima kasih kepada tokoh masyarakat yang datang memberitahukan persoalan ini dan melakukan tabayun. Cara seperti inilah yang seharusnya dikedepankan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” tuturnya.

Trio berharap seluruh calon, tim pendukung, panitia, tokoh masyarakat, dan warga dapat bersama-sama menjaga Pilwana berlangsung damai, sejuk, jujur, dan bermartabat. Perbedaan pilihan, menurutnya, tidak boleh merusak hubungan kekeluargaan yang telah lama terbangun di tengah masyarakat nagari.

“Pilwana hanya berlangsung dalam satu tahapan, sedangkan hubungan badunsanak akan terus berjalan. Jangan sampai perbedaan pilihan menimbulkan perpecahan.

Mari bersaing melalui gagasan, program, dan komitmen membangun nagari,” katanya.

Ia juga meminta seluruh kandidat dan pendukung menghormati pilihan masyarakat serta menerima hasil Pilwana sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah pemilihan selesai, semua unsur diharapkan kembali bersatu dan mendukung wali nagari terpilih sepanjang menjalankan pemerintahan secara transparan, adil, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Siapa pun yang terpilih adalah hasil pilihan masyarakat. Setelah Pilwana selesai, tidak boleh lagi ada kelompok pendukung calon satu atau calon lainnya. Semuanya harus kembali bersatu untuk membangun nagari,” ujar Trio.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini