CREW 8 NEWS |AROSUKA, SOLOK
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menekankan pentingnya kecepatan yang disertai ketepatan dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Arosuka, Kabupaten Solok. Menurutnya, respons darurat tidak cukup hanya dengan bergerak cepat, tetapi harus ditopang data yang akurat, pembagian tugas yang jelas dan koordinasi lintas sektor.
Penekanan tersebut disampaikan Vasko saat mengonsolidasikan penanganan bencana yang menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam, 21 September 2026.
Dalam dokumentasi kegiatan yang beredar, Vasko menyampaikan bahwa seluruh langkah penanganan harus terukur dan memiliki alur koordinasi yang jelas. Sinkronisasi data antara unsur pemerintah, petugas lapangan dan lembaga terkait dinilai menjadi bagian penting sebelum keputusan diambil.
Pesan tersebut kemudian terlihat dalam langkah koordinasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sejak dini hari setelah bencana terjadi.
Vasko berkomunikasi langsung dengan Wakil Bupati Solok H. Candra untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi lapangan, dampak bencana, proses pencarian dan penyelamatan, kondisi akses jalan serta kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
“Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat. Pencarian dan penyelamatan korban harus menjadi perhatian utama, sembari akses jalan terus kita upayakan untuk dibuka,” kata Vasko.
Dari laporan sementara pemerintah daerah, material longsor memutus sedikitnya dua akses jalan. Tim gabungan kemudian melakukan pembersihan material untuk membuka kembali jalur yang terdampak. Longsor juga dilaporkan terjadi dua kali secara beruntun dan berdampak pada sejumlah kantor pemerintahan serta rumah warga.
Kondisi lapangan tidak mudah. Hujan masih turun, medan terdampak cukup berat, listrik sempat padam dan jaringan internet mengalami gangguan. Situasi tersebut membuat aspek keselamatan sekaligus kelancaran komunikasi menjadi bagian penting dalam operasi tanggap darurat.
Untuk mendukung penanganan, Vasko meminta perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar mengerahkan kebutuhan yang diperlukan di lokasi, termasuk alat berat jenis long arm. Dukungan sumber listrik dan jaringan komunikasi portabel juga diupayakan agar proses pencarian, evakuasi dan pembersihan material dapat berlangsung tanpa terhambat persoalan teknis.
Selain berkoordinasi dengan Pemkab Solok, Vasko menghubungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi perkembangan cuaca.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. BMKG memprakirakan wilayah Kabupaten Solok dan sejumlah daerah di sekitarnya berpotensi mengalami hujan dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari. Kondisi itu menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas pencarian, evakuasi maupun pembersihan material di lapangan.
“Informasi dari BMKG ini menjadi dasar bagi kita untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. Tim harus tetap bergerak, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tidak boleh diabaikan,” ujar Vasko.
Pemprov Sumbar juga meminta pemerintah daerah membantu memindahkan warga yang berada di kawasan rawan ke lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana susulan.
Di tingkat kabupaten, Pemkab Solok menetapkan status tanggap bencana setelah banjir bandang menerjang Arosuka sekitar pukul 19.53 WIB, Senin malam. Pemerintah daerah menyiapkan posko dan tenda pengungsian di depan Kompleks Perkantoran Bupati Solok serta di depan Kantor BPJS Kabupaten Solok.
Sejumlah fasilitas pemerintahan ikut terdampak, sementara material banjir juga menutup akses Solok-Padang sehingga jalur tersebut sempat tidak dapat dilalui. Petugas kemudian melakukan pembersihan material dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi risiko bagi pengguna jalan.
Bagi Vasko, penanganan bencana membutuhkan lebih dari sekadar pengerahan personel dan peralatan. Informasi dari lapangan harus terhubung dengan pusat pengambilan keputusan, sementara setiap unsur mengetahui tugas dan batas tanggung jawabnya.
Pola tersebut menjadi penting dalam situasi darurat, ketika kondisi lapangan dapat berubah cepat. Data mengenai cuaca, kondisi medan, korban, akses, kebutuhan peralatan hingga lokasi aman harus terus diperbarui agar keputusan yang diambil tidak terlepas dari situasi sebenarnya.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan bencana Arosuka diarahkan pada tiga kebutuhan utama: menyelamatkan masyarakat, memastikan keselamatan petugas, dan memulihkan akses serta layanan dasar secara bertahap.
Di tengah operasi pencarian dan pembersihan material yang masih berlangsung, pesan Vasko menjadi garis koordinasi penanganan: **cepat dalam bergerak, terukur dalam mengambil langkah, dan kuat dalam koordinasi.**
(C8N)
#senyuman08






