CREW8NEWS | KABUPATEN SOLOK
Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) terus bergerak di tingkat kelompok tani sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan. Di Dusun bawah durian, Jorong Tangah Padang, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, kegiatan tersebut dilaksanakan Kelompok Tani PERMATA (Peduli Reformasi dan Masyarakat Tani) melalui pembangunan dan pembenahan saluran irigasi yang menunjang lahan pertanian masyarakat.
Berdasarkan pantauan CREW8NEWS di lokasi, Rabu (19/8/2026), anggota kelompok tani bersama tenaga pelaksana terlihat mengerjakan pembangunan dan perbaikan saluran irigasi di kawasan persawahan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi air menuju lahan pertanian sehingga pengelolaan sawah dapat dilakukan lebih optimal.
Kegiatan OPLAH tersebut didukung melalui sumber anggaran APBN dengan keterlibatan Dinas Pertanian Kabupaten Solok dalam pelaksanaan program di daerah. Dukungan pemerintah ini diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi memberikan manfaat nyata terhadap kemampuan petani mempertahankan dan meningkatkan fungsi lahan produktif.
Koordinator UPKK, Adeka Putra, mengatakan keterlibatan kelompok tani menjadi bagian penting dalam pelaksanaan OPLAH karena masyarakat tani merupakan pihak yang memahami kondisi serta kebutuhan lahan di lapangan.
“Yang kita harapkan tentu pekerjaan ini memberikan manfaat langsung kepada petani. Saluran air yang dibangun dan diperbaiki nantinya diharapkan mampu memperlancar pengairan lahan sehingga sawah dapat dikelola lebih optimal,” kata Adeka Putra.
Menurut Adeka, pelaksanaan kegiatan juga membutuhkan kebersamaan dan tanggung jawab kelompok. Infrastruktur yang dibangun melalui anggaran negara harus dijaga dan dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Ini bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan. Setelah selesai, yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas ini dimanfaatkan dan dipelihara bersama. Tujuan akhirnya tentu agar lahan pertanian semakin produktif dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” ujarnya.
OPLAH pada prinsipnya tidak hanya berkaitan dengan pengolahan ataupun penataan lahan. Program ini juga menyentuh faktor pendukung yang menentukan kemampuan lahan menghasilkan produksi, salah satunya ketersediaan dan kelancaran air.
Bagi kawasan persawahan di Sumue Sawuek dan sekitarnya, jaringan irigasi yang berfungsi baik menjadi salah satu penopang keberlanjutan usaha tani. Distribusi air yang memadai diharapkan membantu petani mengoptimalkan musim tanam sekaligus menekan risiko lahan tidak tergarap secara maksimal akibat persoalan pengairan.
Karena itu, pelaksanaan OPLAH di tingkat kelompok tani juga membawa tanggung jawab terhadap kualitas dan keberlanjutan hasil pembangunan. Dukungan APBN perlu diterjemahkan menjadi infrastruktur yang sesuai kebutuhan lapangan, memiliki kualitas pekerjaan yang baik, serta benar-benar memberikan manfaat kepada lahan dan masyarakat tani yang menjadi sasaran program.
Partisipasi Kelompok Tani PERMATA dalam pekerjaan di lapangan menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Petani tidak semata ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi ikut terlibat dalam upaya memperbaiki infrastruktur yang menunjang keberlangsungan usaha tani mereka.
Keberhasilan OPLAH nantinya tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan saluran irigasi. Dampak yang lebih substantif adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu memperbaiki distribusi air, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian, dan pada akhirnya mendorong peningkatan produksi serta kesejahteraan petani.
Pelaksanaan irigasi banda kompoh OPLAH Poktan PERMATA di Dusun bawah durian , Jorong Tangah Padang, Nagari Cupak sekaligus memperlihatkan bahwa agenda ketahanan pangan pada akhirnya bertumpu pada kerja konkret di tingkat lahan. Ketika dukungan pemerintah, pengelolaan program dan partisipasi kelompok tani berjalan searah, anggaran pembangunan diharapkan benar-benar bermuara pada produktivitas lahan dan penguatan ekonomi masyarakat tani.
(C8N)
#senyuman08






