CREW 8 NEWS| AROSUKA
Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Solok menetapkan 10 pelamar lulus seleksi administrasi calon Sekretaris Daerah Kabupaten Solok tahun 2026. Para peserta berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok dan sejumlah pemerintah daerah di Sumatera Barat dengan latar belakang pengalaman yang beragam.
Penetapan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 800/06/PANSEL-JPTP-KAB.SOLOK/2026 yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Solok pada 29 Agustus 2026. Sepuluh peserta itu berhak mengikuti tahapan seleksi lanjutan.
Mereka adalah Drs. Asril, M.M.; Dery Akmal, S.T.; Effia Vivi Fortuna Ahadi Destri, S.T., M.M.; Efriyanto, S.Sos., M.M.; Muhammad Djoni, S.STP., M.Si.; Muliadi Marcos, S.E., M.M.; Nafri, S.T., M.T., M.Sc.; Retny Humaira, S.T.; Rudy Repenaldi Rilis, S.STP., M.Si.; dan Ir. Syoufitri, M.M.
Penelusuran terhadap dokumen pemerintah dan pemberitaan menunjukkan Asril memiliki pengalaman panjang dalam bidang ketertiban umum dan transportasi. Ia pernah menjabat Kepala Kantor Satpol PP dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Solok. Dalam publikasi terbaru, Asril tercatat memimpin Satpol PP dan Damkar Kabupaten Solok.
Dery Akmal meniti karier di bidang pengawasan internal. Ia pernah menjadi Sekretaris Inspektorat, Pelaksana Harian Inspektur, hingga dipercaya sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Solok. Pengalamannya berkaitan dengan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, pengawasan penyelenggaraan pemerintahan dan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan.
Effia Vivi Fortuna memiliki rekam karier dominan di sektor infrastruktur. Ia pernah bertugas di lingkungan PUPR Provinsi Sumatera Barat, kemudian memimpin Dinas PUPR serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok. Pengalamannya mencakup pembangunan fisik, tata ruang, perumahan dan pertanahan.
Efriyanto berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto. Ia pernah memimpin Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak. Efriyanto juga bukan nama baru dalam seleksi jabatan Sekda. Pada 2020, ia dilaporkan masuk tiga besar seleksi Sekda Kota Sawahlunto.
Muhammad Djoni memiliki latar pendidikan kedinasan pemerintahan. Ia pernah menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok dan kembali dilantik pada posisi tersebut pada 2 April 2026. Rekam tugasnya banyak berhubungan dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan transportasi daerah.
Muliadi Marcos tercatat memiliki pengalaman lintas jabatan yang cukup panjang di Kabupaten Solok. Kariernya meliputi staf, pejabat administrator, camat, sekretaris perangkat daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretaris DPRD, staf ahli bupati, hingga Kepala Dinas Sosial. Pengalaman itu menempatkannya pada sejumlah bidang, mulai dari pemerintahan kewilayahan, komunikasi publik, hubungan dengan DPRD sampai pelayanan sosial.
Nafri tumbuh dari jalur perencanaan pembangunan. Ia pernah menjadi sekretaris, pelaksana tugas kepala, hingga Kepala Bapelitbang Kabupaten Solok. Bidang kerjanya berhubungan langsung dengan penyusunan rencana pembangunan daerah, musrenbang, sinkronisasi program dan koordinasi perencanaan antarlembaga.
Retny Humaira mempunyai kombinasi pengalaman pada sektor pendapatan daerah dan infrastruktur permukiman. Ia pernah menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, kemudian dilantik menjadi kepala dinas tersebut pada September 2023.
Di antara seluruh peserta, Rudy Repenaldi Rilis tercatat telah memiliki pengalaman sebagai Sekda definitif. Ia pernah menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman setelah menjalani karier panjang di daerah itu. Pada April 2026, Rudy dilantik menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pariaman. Rekam tugasnya meliputi koordinasi birokrasi serta pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah.
Sementara itu, Syoufitri pernah memimpin Dinas Sosial Kabupaten Solok sebelum dilantik menjadi Kepala Dinas Perikanan dan Pangan pada September 2023. Pengalamannya mencakup pelayanan sosial, ketahanan pangan, perikanan dan program pemberdayaan masyarakat.
Lolosnya 10 nama tersebut masih sebatas hasil seleksi administrasi dan belum menunjukkan peringkat akhir. Para peserta dijadwalkan menjalani assessment test pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di UPT Uji Kompetensi BKD Provinsi Riau.
Tahapan dilanjutkan dengan penulisan makalah pada 7 September serta presentasi dan wawancara pada 8 September 2026 di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok. Hasil keseluruhan tahapan tersebut akan menjadi dasar panitia menentukan peserta terbaik untuk diajukan sesuai mekanisme pengisian jabatan Sekda.
Seleksi ini menjadi penting karena Sekda merupakan pejabat tertinggi dalam birokrasi daerah. Selain mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, Sekda dituntut mampu menghubungkan kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan program, menjaga disiplin aparatur serta memastikan anggaran dan pelayanan publik berjalan efektif.
(C8N)
#senyuman08






