Crew8 News
Jakarta — Pemerintah menyiapkan investasi senilai lebih dari Rp329 triliun untuk mempercepat hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri serta memastikan ketersediaan protein hewani yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono mengatakan langkah hilirisasi diperlukan untuk mengejar ketertinggalan konsumsi protein Indonesia dibanding negara tetangga. Menurutnya, rasio konsumsi daging, ayam, telur, dan susu per kapita Indonesia masih berada di bawah Malaysia dan Thailand.
“Pemenuhan protein yang cukup menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia. Kita tidak boleh terus tertinggal,” ujar Sudaryono dalam sebuah pertemuan di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa Presiden telah menugaskan Kementerian Pertanian, Kementerian Investasi, dan BUMN untuk mempercepat pembangunan pabrik pengolahan berbagai komoditas, termasuk kelapa, sawit, kakao, serta subsektor peternakan. Investasi ratusan triliun rupiah tersebut diarahkan untuk membangun industri pengolahan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pemerintah menilai hilirisasi akan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Selain menekan ketergantungan impor pangan, program ini diproyeksikan menyerap jutaan tenaga kerja.
“Hilirisasi adalah kunci untuk menyediakan protein murah bagi rakyat dan membangun kedaulatan pangan,” kata Sudaryono.
Hingga saat ini, kementerian terkait masih memfinalisasi lokasi serta tahap implementasi pembangunan pabrik-pabrik pengolahan yang menjadi prioritas dalam program tersebut.
(C8N)
#senyuman08






