Mevrizal Apresiasi Law Debate Competition UMMY Solok, Dinilai Perkuat Literasi Hukum Generasi Z

Padamg, Crew8 News,- Ketua ARUN Sumatera Barat sekaligus Sekretaris Peradi Padang, Mevrizal SH MH, mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok melalui pelaksanaan Law Debate Competition (LDC) 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi intelektual antarpelajar, tetapi juga bagian penting dalam membangun kesadaran dan literasi hukum di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Mevrizal menilai, terobosan yang dilakukan Fakultas Hukum UMMY Solok bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum dan Meester Yamin Law Center (MYLC) itu merupakan langkah strategis dalam mendekatkan pemahaman hukum kepada pelajar SMA/SMK/MA sederajat.

Hukum tidak boleh hanya dipahami oleh kalangan akademisi atau praktisi saja. Sebagai negara hukum, masyarakat harus memahami hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting,” ujar Mevrizal,” di sela acara Penyusunan RUU Masyarakat Adat,Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kegiatan debat hukum yang dikemas secara kompetitif dan edukatif tersebut sangat relevan dengan tantangan zaman, terutama di tengah derasnya perkembangan dunia digital yang dihadapi Generasi Z saat ini.

Ia menyebut, pemahaman hukum menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda agar mampu bersikap lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan ruang digital.

Generasi Z hari ini hidup di era digital dengan arus informasi yang begitu cepat. Kalau tidak dibekali pemahaman hukum yang memadai, tentu akan rentan terhadap pelanggaran, baik dalam bermedia sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mevrizal menilai, Law Debate Competition 2026 memiliki semangat yang sejalan dengan program “Peradi Go To School” dan garis perjuangan organisasi Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) yang selama ini dijalankan Peradi Padang dan ARUN Sumbar dalam meningkatkan literasi dan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Menurutnya, keberadaan kompetisi debat hukum akan sangat membantu dalam mensosialisasikan berbagai produk hukum kepada masyarakat secara lebih menarik dan mudah dipahami generasi muda.

Dengan adanya debat hukum seperti ini, tentu akan membantu upaya sosialisasi produk-produk hukum kepada masyarakat. Pemerintah juga perlu melihat kegiatan seperti ini sebagai sesuatu yang sangat positif dan strategis,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda seremonial kampus, tetapi dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari pemerintah maupun lembaga terkait.

Menurut Mevrizal, meningkatnya pemahaman hukum di tengah masyarakat akan berdampak terhadap terciptanya keteraturan sosial, kedisiplinan, serta kesadaran kolektif dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hukum itu bukan sekadar aturan tertulis, tetapi fondasi dalam menjaga keteraturan kehidupan bermasyarakat. Ketika generasi muda memahami hukum dengan baik, maka akan lahir generasi yang lebih kritis, berintegritas dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Law Debate Competition 2026 sendiri digelar di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tembok, Kota Solok, pada 5-6 Mei 2026. Kompetisi yang mengusung tema “Hukum Indonesia Dalam Perspektif Gen Z” itu diikuti 16 tim pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari Kota dan Kabupaten Solok.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai ruang pembelajaran publik dalam membangun budaya sadar hukum di kalangan generasi muda.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini