KOTA SOLOK, Crew8 News,- Riuh tepuk tangan, sorak dukungan, hingga tensi adu argumentasi yang panas namun elegan, mewarnai partai-partai penentuan Law Debate Competition (LDC) 2026 di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tembok, Kota Solok, Selasa-Rabu (5-6/5/2026). Dari arena debat hukum antarpelajar itu, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Solok Kotobaru untuk kategori putri dan Pondok Pesantren Al Madinah Gunung Talang di kategori putra, tampil sebagai penguasa podium.
Ajang yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok bersama Meester Yamin Law Center (MYLC) itu, tak sekadar menjadi lomba adu bicara. Di tengah derasnya arus media sosial, polarisasi opini dan rendahnya budaya literasi hukum di kalangan generasi muda, kompetisi ini tampil sebagai ruang pembentukan nalar kritis dan keberanian berpikir.
Partai final kategori putri menghadirkan duel ketat antara MAN 1 Solok dan SMAN 1 Kubung Selayo. Kedua tim sama-sama tampil dengan kekuatan data dan argumentasi yang matang. Namun, MAN 1 Solok yang diperkuat Aurely Zahra, Gheriyya Budianda Putri dan Aisyah Eka Zahra, tampil lebih tenang, solid dan mampu mengendalikan ritme debat.
Ketiganya bukan hanya piawai menyusun logika hukum, tetapi juga mampu memainkan seni persuasi. Dengan public speaking yang kuat dan pembagian peran yang rapi, mereka sukses menggiring arah perdebatan sesuai narasi yang dibangun.
Kemenangan itu terasa semakin spesial, karena pada babak sebelumnya MAN 1 Solok berhasil menyingkirkan salah satu unggulan terkuat, SMAN 3 Kota Solok, dalam laga yang bahkan disebut banyak penonton sebagai “final kepagian”.
Di kategori putra, kejutan terbesar datang dari Pondok Pesantren Al Madinah Gunung Talang. Tim yang diperkuat Muhammad Dzikra Alfitrah, Azmad Rasyid dan Muhammad Ishaq Arraffa itu sempat dipandang sebelah mata dan dianggap hanya akan menjadi pelengkap kompetisi. Namun, asumsi tersebut dipatahkan secara telak.
Dengan memadukan wawasan umum, logika hukum dan pendekatan nilai-nilai keagamaan, Al Madinah tampil efektif dan disiplin. Strategi interupsi yang mereka lakukan pada momentum-momentum krusial terbukti mampu memecah konsentrasi lawan.
Di partai final, mereka sukses mengalahkan MAN 2 Solok Singkarak. Sebelumnya, mereka lebih dulu “menjungkirbalikkan” prediksi dengan menyingkirkan SMAN 1 Kota Solok di babak penyisihan dan mengalahkan MAN Kota Solok pada semifinal.
Kategori Best Speaker putra diraih Hifzil Fauzy dari SMAN 3 Kota Solok, sementara Best Speaker putri diraih Aina Widya Fitri dari SMAN 1 Bukit Sundi.
Rektor UMMY Solok, Dr. Rica Mega Sari, S.Pt, MP, menyebut LDC 2026 sebagai salah satu contoh nyata bagaimana kampus tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga membangun ruang pembelajaran sosial bagi generasi muda.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni lomba. Ini adalah ruang pembentukan karakter, keberanian berpikir, kemampuan menyampaikan gagasan, sekaligus bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Ia berharap Law Debate Competition dapat menjadi agenda tahunan sekaligus “brand” Fakultas Hukum UMMY Solok.
Hal senada disampaikan Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM. Alumni UMMY Solok itu mengaku bangga melihat mahasiswa mampu menghadirkan kegiatan edukatif dengan kualitas penyelenggaraan yang besar dan kompetitif.
Menurutnya, pengalaman organisasi, kemampuan akademik dan jejaring yang luas merupakan kombinasi penting dalam membentuk generasi muda tangguh di tengah tantangan zaman.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas dan siap menghadapi tantangan hukum di masa depan,” tegasnya.
Mengusung tema “Hukum Indonesia Dalam Perspektif Gen Z”, LDC 2026 diikuti 16 tim pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari Kota dan Kabupaten Solok. Menariknya, seluruh peserta mengikuti kompetisi tanpa dipungut biaya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan generasi muda yang melek hukum, kritis dan berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, Law Debate Competition 2026 seakan menjadi penegasan bahwa ruang-ruang intelektual di daerah masih hidup, dan sedang tumbuh dengan optimisme baru.
(C8N)
#senyuman08






