CREW 8 NEWS| PADANG
Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Sumatera Barat menyatakan kesiapan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) I ARUN Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Kota Padang.
Ketua DPD ARUN Sumatera Barat Mevrizal, SH., MH, selaku pemegang mandat kepemimpinan ARUN di Sumatera Barat, mengatakan berbagai persiapan mulai disusun untuk memastikan agenda organisasi tersebut berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kami menyatakan siap melaksanakan Musda I ARUN Sumatera Barat. Berbagai persiapan sudah mulai kami susun dan rencanakan, baik dari sisi kepanitiaan, agenda organisasi maupun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Mevrizal.
Menurut dia, pelaksanaan Musda juga telah dikomunikasikan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ARUN di Jakarta, termasuk dengan Ketua Umum DPP ARUN Dr. Bob Hasan, SH., MH.
Mevrizal mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian jadwal serta kesiapan agenda Musda dengan struktur organisasi di tingkat pusat.
“Kesesuaian jadwal dan agenda Musda juga sudah kami komunikasikan dengan DPP ARUN di Jakarta, khususnya dengan Ketua Umum Dr. Bob Hasan, SH., MH. Karena ini merupakan Musda pertama ARUN Sumatera Barat, tentu kami ingin seluruh prosesnya berjalan sesuai mekanisme organisasi dan mendapatkan dukungan dari DPP,” katanya.
Berdasarkan proposal resmi kegiatan, Musda I DPD ARUN Sumatera Barat akan digelar Sabtu, 24 Oktober 2026 di Hotel Pangeran Beach, Padang, dengan tema “Penguatan Peran Organisasi dan Advokasi Hukum Untuk Pembangunan Berkeadilan di Daerah.”
Musda tersebut menjadi forum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi kepengurusan, memilih dan menetapkan kepengurusan periode berikutnya, sekaligus menyusun program kerja strategis ARUN Sumatera Barat.
Mevrizal menegaskan, Musda tidak semata-mata berkaitan dengan agenda kepengurusan. Forum tersebut, kata dia, harus menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat peran ARUN dalam menjalankan fungsi advokasi hukum dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana Musda ini menjadi momentum konsolidasi. Kita ingin ARUN Sumbar ke depan semakin kuat secara organisasi dan semakin nyata dalam menjalankan fungsi advokasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian Musda juga akan diisi dengan Seminar Nasional yang menghadirkan sejumlah tokoh dari unsur organisasi advokasi dan aparat penegak hukum.
Ketua Umum DPP ARUN Dr. Bob Hasan, SH., MH. dan Sekjend DPP ARUN Bungas dijadwalkan menghadiri dan membuka Musda sekaligus menjadi pembicara dengan topik “Strategi Penguatan Peran Organisasi dalam Mendorong Advokasi Hukum yang Progresif dan Berkeadilan bagi Rakyat.”
Selain Bob Hasan, seminar tersebut dijadwalkan menghadirkan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., yang akan membahas sinergi kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H. juga dijadwalkan menjadi pembicara dengan materi mengenai optimalisasi fungsi kejaksaan dalam mengawal kepastian hukum dan tata kelola pembangunan daerah yang berintegritas dan berkeadilan.
Menurut Mevrizal, kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan memperluas perspektif dalam membangun advokasi hukum yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin Musda pertama ini menjadi fondasi bagi perjalanan ARUN Sumatera Barat ke depan. Karena itu, seluruh persiapan akan kami lakukan secara terukur melalui koordinasi dengan DPP dan jajaran ARUN di Sumatera Barat,” katanya.
Dalam proposal kegiatan, Musda juga dirancang sebagai forum evaluasi kepengurusan, regenerasi kepemimpinan serta penyusunan program kerja organisasi. Agenda sidang meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban DPD ARUN Sumbar periode 2023–2026, sidang komisi dan paripurna, hingga pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah dan penetapan hasil pemilihan.
Mevrizal berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga Musda I ARUN Sumatera Barat dapat menjadi pijakan bagi penguatan organisasi dan agenda advokasi di daerah.
“Kita ingin Musda ini tidak berhenti sebagai agenda formal organisasi, tetapi benar-benar menghasilkan arah dan program kerja yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
(C8N)
#senyuman08






