Ketua Fraksi Gerindra Dukung Pandangan Gamawan Fauzi, Minta Masyarakat Tak Panik Soal Wacana Relokasi Arosuka

CREW 8 NEWS | AROSUKA

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, menyatakan dukungannya terhadap pandangan mantan Bupati Solok dan mantan Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, mengenai keberlanjutan kawasan Arosuka sebagai ibu kota Kabupaten Solok.

Hafni menilai pandangan Gamawan Fauzi merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Kabupaten Solok, terutama karena Arosuka sejak awal dibangun dan dikembangkan sebagai kawasan pusat pemerintahan sekaligus bagian dari strategi pengembangan wilayah.

“Sebagai Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kabupaten Solok, kami melihat apa yang disampaikan Pak Gamawan Fauzi sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah. Kami juga sepakat bahwa gagasan awal pengembangan Arosuka sebagai ibu kota kabupaten perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam melihat persoalan ini,” kata Hafni Hafiz.

Menurut Hafni, bencana galodo yang melanda kawasan Arosuka memang harus menjadi bahan evaluasi serius. Namun, evaluasi tersebut tidak serta-merta harus dimaknai sebagai keputusan untuk meninggalkan kawasan yang selama ini telah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Solok.

Ia menilai, seluruh kemungkinan harus dikaji secara objektif, baik dari aspek kebencanaan, tata ruang, lingkungan, infrastruktur maupun keberlanjutan pembangunan kawasan.

“Bencana ini harus kita jadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat mitigasi. Tetapi untuk menentukan masa depan ibu kota kabupaten, tentu tidak cukup hanya dengan melihat situasi hari ini. Harus ada kajian yang komprehensif,” ujarnya.

Hafni mengatakan Fraksi Gerindra akan mengikuti dan mengawal perkembangan kajian yang dilakukan pemerintah. DPRD, menurutnya, memiliki fungsi pengawasan sehingga setiap hasil kajian nantinya perlu dicermati secara serius sebelum menjadi dasar bagi kebijakan lebih lanjut.

“Kami di Fraksi Gerindra akan terus memonitor proses dan hasil kajian tersebut. Kalau kajiannya sudah selesai, tentu harus kita lihat secara objektif dan kita minta penjelasan serta masukan dari berbagai kalangan,” katanya.

Ia menambahkan, pembahasan mengenai masa depan ibu kota Kabupaten Solok tidak boleh hanya menjadi percakapan antara pemerintah dan DPRD. Masukan masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, praktisi kebencanaan dan berbagai unsur lainnya juga penting didengar.

“Ini menyangkut masa depan daerah. Karena itu, ketika hasil kajian sudah ada, kita perlu membuka ruang untuk mendengarkan berbagai pandangan. Jangan sampai keputusan yang diambil justru mengabaikan aspirasi masyarakat,” kata Hafni.

Di tengah berkembangnya wacana relokasi, Hafni juga mengimbau masyarakat Kabupaten Solok agar tidak panik.

Menurutnya, sampai saat ini yang harus dikedepankan adalah proses kajian dan pembahasan. Wacana yang berkembang tidak boleh langsung dipahami sebagai keputusan final mengenai pemindahan ibu kota Kabupaten Solok.

“Saya mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Jangan panik dengan wacana yang berkembang. Kita tunggu dulu hasil kajiannya. Setelah hasil kajian keluar, kita bisa bersama-sama melihat, mendengar masukan dari berbagai pihak dan membahasnya secara terbuka,” ujarnya.

Hafni menegaskan, Fraksi Gerindra berpandangan bahwa penanganan pascabencana harus tetap menjadi prioritas. Pada saat yang sama, keberlanjutan pembangunan kawasan Arosuka juga harus dilihat secara jangka panjang.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menangani dampak bencana dan memulihkan masyarakat. Sementara untuk persoalan ibu kota, mari kita proses dengan kepala dingin, berdasarkan kajian dan kepentingan jangka panjang Kabupaten Solok,” pungkasnya.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini