Aktivitas Fisik Jadi Solusi Optimalisasi MBG, ARUN Sumbar Usulkan Sekolah Aktif di Hari Sabtu

Padang, Crew8 News ,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum akan optimal tanpa diiringi aktivitas fisik yang terstruktur di lingkungan sekolah. Ketua Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Sumatera Barat, Mevrizal, mendorong adanya penyesuaian pola kegiatan belajar, khususnya pada hari Sabtu, guna memastikan asupan gizi yang diberikan negara benar-benar berdampak terhadap kesehatan dan perkembangan siswa.

Menurut Mevrizal, kebijakan pembagian MBG secara rapel pada hari Jumat dan Sabtu belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dasar anak dalam memaksimalkan manfaat gizi. Ia menilai, pendekatan tersebut perlu disinergikan dengan aktivitas fisik yang terencana.

Daripada dirapel Jumat dan Sabtu, lebih baik anak-anak tetap datang ke sekolah di hari Sabtu, tetapi aktivitasnya difokuskan pada kegiatan fisik. Dengan begitu, asupan gizi yang diterima tubuh bisa langsung dioptimalkan,” ujarnya di Padang, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, konsep ini sejalan dengan prinsip klasik mens sana in corpore sano, yakni pentingnya keseimbangan antara kesehatan tubuh dan kekuatan mental. Dalam konteks kebijakan publik, kata dia, program MBG seharusnya tidak berdiri sendiri sebagai intervensi pangan, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembentukan sumber daya manusia yang unggul.

Selain itu, Mevrizal mendorong akselerasi peran kementerian dan lembaga untuk kembali menggaungkan semangat mens sana in corpore sano sebagai doktrin pembangunan manusia. Ia menilai perlu adanya orkestrasi kebijakan lintas sektor yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai koordinator, bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Dalam Negeri, serta Badan Gizi Nasional. Menurutnya, sinergi antar lembaga ini penting untuk memastikan bahwa program gizi, pendidikan, kesehatan, dan olahraga berjalan dalam satu desain besar pembangunan SDM yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Mevrizal menilai, jika asupan gizi tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, seperti peningkatan risiko obesitas pada anak usia sekolah. Oleh karena itu, integrasi antara program makan bergizi dan budaya olahraga harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Tubuh yang mendapat nutrisi tanpa aktivitas hanya akan menjadi pasif. Kita ingin anak-anak ini tidak hanya kenyang, tetapi juga kuat, sehat, dan memiliki daya tahan serta konsentrasi yang baik,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar hari Sabtu dijadikan momentum “hari fisik sekolah” dengan kegiatan seperti senam bersama, olahraga permainan, hingga latihan kebugaran dasar. Selain itu, momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi gizi secara langsung kepada siswa.

Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter disiplin, kerja sama, dan semangat kompetitif di kalangan pelajar.

Ia juga mendorong adanya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, sekolah, serta instansi terkait seperti dinas pendidikan dan dinas kesehatan, agar kebijakan ini dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Kalau ini dijalankan secara serius, maka MBG tidak lagi sekadar program bantuan makanan, tetapi menjadi fondasi pembangunan manusia Indonesia yang utuh, sehat jasmani dan kuat mental,” ujarnya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang mulai dijalankan secara bertahap sejak awal 2025, dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sebagai bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini