CREW 8 NEWS| SOLOK
Hampir satu bulan setelah rumahnya tertimpa pohon, keluarga Masril, warga Jorong Tembok, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, masih menghadapi kondisi tempat tinggal yang belum layak.
Musibah yang terjadi pada 25 Agustus 2026 itu menyebabkan bagian rumah Masril mengalami kerusakan. Sebatang pohon berukuran besar tumbang dan menghantam bangunan rumah hingga sebagian konstruksi dan atap mengalami kerusakan.
Kini, keluarga tersebut masih harus bertahan dengan kondisi rumah yang belum sepenuhnya pulih. Bagian bangunan yang rusak ditutup menggunakan terpal sebagai perlindungan sementara.
Namun, setelah hampir satu bulan, terpal tersebut dilaporkan mulai bocor. Kondisi itu membuat keluarga Masril kembali kesulitan ketika hujan turun.
Persoalan tidak hanya menyangkut tempat tinggal.
Istri Masril juga disebut mengalami cedera pada bagian kepala ketika rumah tertimpa pohon. Keluarga menyampaikan bahwa setelah kejadian tersebut masih terdapat keluhan kesehatan yang dirasakan.
Kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian lanjutan pemerintah, termasuk memastikan korban memperoleh pemeriksaan dan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.
Anto, salah seorang warga setempat, mengatakan kondisi keluarga korban masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurut Anto, musibah yang dialami warga tidak semestinya hanya menjadi perhatian pada saat kejadian. Setelah bantuan awal diberikan, kondisi korban juga perlu dipantau secara berkala sampai kebutuhan mereka benar-benar tertangani.
“Harapan kami pemerintah jangan sampai lupa dengan warga yang terkena musibah. Mereka masih membutuhkan perhatian dan bantuan agar kondisi kehidupannya bisa kembali normal,” ujar Anto.
Ia berharap Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra dapat meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kembali melihat kondisi korban secara langsung.
Menurutnya, kondisi di lapangan perlu menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan bentuk penanganan selanjutnya.
Hal tersebut penting karena bantuan tanggap darurat dan proses pemulihan merupakan dua tahapan yang berbeda.
Dinas Sosial Kabupaten Solok sebelumnya disebut telah menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga Masril sehari setelah kejadian. Bantuan tersebut tentu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan awal setelah musibah.
Namun, ketika rumah belum kembali layak ditempati hampir satu bulan kemudian, persoalan tersebut membutuhkan tindak lanjut.
Bupati dan Wakil Bupati Solok perlu memastikan OPD yang berwenang tidak kehilangan jejak terhadap warga yang terdampak musibah.
Jangan sampai pendataan sudah dilakukan, bantuan awal sudah disalurkan, tetapi perkembangan kondisi korban setelah itu tidak lagi terpantau.
Rumah yang rusak membutuhkan penanganan berdasarkan hasil asesmen. Begitu pula anggota keluarga yang mengalami cedera membutuhkan akses pelayanan kesehatan.
Jika penanganan membutuhkan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, pemerintah daerah dapat memfasilitasi sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Yang menjadi perhatian adalah memastikan keluarga korban tidak dibiarkan menghadapi masa pemulihan seorang diri.
Hampir sebulan bertahan dengan tempat tinggal yang belum layak bukan persoalan kecil bagi sebuah keluarga.
Terpal mungkin dapat menjadi solusi sementara. Tetapi ketika terpal mulai bocor, sementara bangunan rumah belum diperbaiki, kebutuhan korban jelas belum selesai.
Kondisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari seberapa cepat bantuan tiba pada hari pertama, tetapi juga dari bagaimana pemerintah memastikan kehidupan korban berangsur pulih setelah masa tanggap darurat berlalu.
Kasus Masril menjadi salah satu contoh penting.
Pemerintah daerah memiliki perangkat mulai dari pemerintahan nagari, kecamatan, Dinas Sosial, BPBD hingga OPD lain yang memiliki kewenangan sesuai persoalan yang dihadapi korban.
Karena itu, koordinasi diperlukan agar tidak terjadi kesenjangan antara data pemerintah dan kondisi nyata yang dialami warga.
Bupati dan Wakil Bupati Solok, warga Anda sudah hampir sebulan terlantar akibat musibah. Jangan sampai mereka terlupakan.
Pesan tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk satu keluarga, melainkan menjadi pengingat agar seluruh warga yang terdampak musibah tetap berada dalam radar pelayanan pemerintah sampai proses pemulihan mereka selesai.
Bupati dan Wakil Bupati dapat mengingatkan OPD terkait untuk turun kembali, memverifikasi kondisi terkini, memastikan kebutuhan kesehatan keluarga, serta melihat bentuk bantuan pemulihan yang dapat diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Bagi korban, perhatian pemerintah bukan hanya soal bantuan material.
Kehadiran, kepastian penanganan dan informasi mengenai langkah selanjutnya juga menjadi bagian penting dari pemulihan.
Jangan sampai warga yang kehilangan rumah akibat musibah kemudian merasa kehilangan perhatian.
Hampir satu bulan sudah berlalu. Kini yang dibutuhkan adalah memastikan tidak ada korban yang tertinggal dalam proses pemulihan.
(C8N)
#senyuman08






