Deki Mulya Akbar Resmi Pimpin SEMMI Pesisir Selatan, Usung Militansi Kader sebagai Agen Perubahan

PESISIR SELATAN, Crew8 News,- Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Pesisir Selatan resmi menetapkan Deki Mulya Akbar sebagai Ketua Umum periode 2026–2027 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada Selasa (29/4). Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Militansi Kader SEMMI sebagai Agen Perubahan Pesisir Selatan”.

Penetapan Deki Mulya Akbar menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat peran organisasi mahasiswa tersebut dalam merespons berbagai dinamika sosial di daerah. Dalam pidato perdananya, Deki menegaskan bahwa jabatan ketua umum bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah dan bentuk pengabdian kepada organisasi serta masyarakat.

Hari ini bukan sekadar tentang terpilihnya seorang ketua. Ini adalah tentang amanah, kepercayaan, dan langkah panjang yang harus ditempuh bersama. Kepemimpinan ini bukan posisi, tetapi pengabdian,” ujar Deki di hadapan peserta Muscab.

Muscab SEMMI Pesisir Selatan dihadiri oleh kader dan pengurus dari berbagai tingkatan organisasi, serta sejumlah tamu undangan dari unsur kepemudaan dan tokoh masyarakat. Forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penentuan arah gerak organisasi untuk satu periode ke depan.

Dalam forum tersebut, isu penguatan militansi kader menjadi salah satu fokus utama. Tema yang diangkat mencerminkan kebutuhan organisasi untuk tidak hanya aktif dalam diskursus, tetapi juga hadir secara konkret di tengah masyarakat.

Deki menyampaikan bahwa militansi kader harus dimaknai sebagai keteguhan dalam berpikir, konsistensi dalam bergerak, serta keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran. Ia menekankan pentingnya membangun kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas moral.

Kita ingin melahirkan kader yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan kokoh dalam nilai. SEMMI tidak boleh hanya hidup dalam forum dan wacana, tetapi harus menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” katanya.

Sebagai arah kepemimpinan ke depan, Deki memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan selama masa jabatannya. Salah satunya adalah penguatan militansi dan ideologi kader melalui internalisasi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran SEMMI sebagai agen perubahan, khususnya dalam advokasi kebijakan publik dan pengawasan sosial. Menurutnya, kader SEMMI harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat, terutama di tingkat lokal.

Peran mahasiswa tidak boleh terbatas pada ruang akademik. Kita harus hadir dalam isu-isu publik, mengawal kebijakan, dan memastikan suara masyarakat didengar,” ujarnya.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepengurusan baru akan mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, seperti pelatihan, diskusi, dan forum intelektual yang berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan daya analisis yang kuat.

Penguatan konsolidasi internal juga menjadi perhatian utama. Deki menyebutkan bahwa soliditas organisasi merupakan kunci dalam menjalankan program kerja secara efektif. Oleh karena itu, komunikasi antar kader serta penguatan struktur hingga ke tingkat basis akan menjadi prioritas.

Tidak hanya fokus pada internal organisasi, SEMMI Pesisir Selatan juga akan membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat lainnya dinilai penting untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan.

Kita tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan yang kita lakukan memiliki dampak yang lebih luas,” kata Deki.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen organisasi untuk responsif terhadap berbagai isu strategis di Pesisir Selatan. Mulai dari persoalan kesejahteraan masyarakat, lingkungan, pendidikan, hingga kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.

Menurutnya, keberadaan SEMMI harus dirasakan oleh masyarakat melalui kontribusi nyata dan berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjadikan organisasi sebagai ruang perjuangan yang melahirkan gagasan dan aksi nyata.

Saya percaya perubahan tidak lahir dari satu orang, tetapi dari gerak bersama. Dari diskusi yang jujur hingga aksi yang konsisten, semua itu menjadi bagian dari proses panjang menuju perubahan,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Muscab ini, SEMMI Pesisir Selatan diharapkan memasuki fase baru yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kepemimpinan Deki Mulya Akbar diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih solid, adaptif, dan berdaya saing.

Forum Muscab ditutup dengan komitmen bersama seluruh kader untuk mendukung kepengurusan baru dan menjalankan program kerja secara kolektif. Semangat kebersamaan dan militansi yang diusung dalam forum tersebut menjadi landasan utama dalam menggerakkan organisasi ke depan.

Ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari perjalanan panjang. Bersama, kita kuat. Bersama, kita bergerak. Bersama, kita membawa perubahan,” tutup Deki.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini