CREW 8 NEWS|SOLOK
Gangguan distribusi air bersih yang dialami sekitar 1.200 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah akibat ditemukannya dua karung plastik yang menyumbat pipa transmisi menunjukkan masih rentannya sistem pelayanan air bersih di Kabupaten Solok.
Peristiwa tersebut menyebabkan distribusi air terganggu selama beberapa hari di sejumlah wilayah Kecamatan Kubung dan menjadi perhatian masyarakat, mengingat air bersih merupakan salah satu layanan dasar yang sangat dibutuhkan.
Di sisi lain, Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah juga masih menghadapi tantangan tingginya tingkat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW) yang berada pada kisaran 32 persen.
Tingginya angka NRW tersebut sebagian besar dipengaruhi kondisi jaringan distribusi dan instalasi pipa yang telah berusia tua, sehingga rentan mengalami kebocoran dan gangguan teknis lainnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pelayanan air bersih di Kabupaten Solok tidak hanya menghadapi risiko gangguan eksternal, seperti dugaan sabotase terhadap jaringan transmisi, tetapi juga tantangan internal berupa kebutuhan rehabilitasi infrastruktur yang telah menua.
Apabila diibaratkan, dari setiap 100 liter air yang diproduksi, sekitar 32 liter belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat kehilangan di jaringan distribusi.
Situasi tersebut pada akhirnya berdampak terhadap kemampuan perusahaan dalam memperluas cakupan pelayanan serta menjaga stabilitas distribusi air kepada pelanggan yang sudah ada.
Peristiwa penyumbatan pipa transmisi yang mengakibatkan ribuan pelanggan terdampak juga menjadi momentum penting untuk mengevaluasi ketahanan sistem penyediaan air minum di Kabupaten Solok, termasuk aspek pengamanan aset vital, sistem deteksi dini, serta percepatan rehabilitasi jaringan.
Karena itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Solok melalui pengalokasian APBD dan penyertaan modal yang diarahkan pada pembenahan infrastruktur air minum dinilai penting.
Investasi pada sektor ini dipandang tidak hanya bertujuan menurunkan angka NRW, tetapi juga memperkuat keandalan sistem distribusi agar lebih tahan terhadap berbagai potensi gangguan di masa mendatang.
Dengan penurunan NRW dan perbaikan jaringan secara bertahap, kapasitas pelayanan dapat ditingkatkan, distribusi air menjadi lebih stabil, serta cakupan layanan kepada masyarakat dapat diperluas.
Sebagai urusan wajib pelayanan dasar, penguatan sistem air minum di Kabupaten Solok dinilai perlu menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah agar kejadian gangguan pelayanan yang berdampak luas terhadap masyarakat dapat diminimalisir.
(C8N)
#senyuman08






