Crew8 News
Rao, — SDIT Darul Azzam Rao menandai usia ke-9 dengan menggelar Gebyar Milad yang berlangsung meriah pada Sabtu (25/4). Kegiatan ini tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang konsolidasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat arah pendidikan berbasis karakter dan nilai keislaman.
Sebanyak 106 peserta ambil bagian dalam berbagai perlombaan, mulai dari mewarnai, tahfizh Al-Qur’an, hingga praktik doa harian. Ragam lomba tersebut mencerminkan orientasi sekolah yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan fondasi spiritual sejak usia dini.
Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya Asisten I Setdakab Pasaman Asrial Arfandi Hasan yang mewakili Bupati, Ketua DPRD Pasaman Nelfri Asfandi, Wakil Ketua DPRD Harisudin, perwakilan Camat Rao Masril, unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, serta wali murid. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya perhatian terhadap peran pendidikan swasta berbasis keagamaan dalam sistem pendidikan daerah.
Rangkaian acara dimulai dengan senam bersama yang melibatkan peserta dan panitia, sebelum dilanjutkan ke sesi perlombaan sesuai kategori. Suasana kompetitif namun edukatif terlihat menjadi benang merah kegiatan, dengan penekanan pada partisipasi aktif dan pembinaan mental anak.
Pada sesi penutupan, Kepala SDIT Darul Azzam Rao, Anggi Anggraini, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan karakter siswa. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program yang mampu mengintegrasikan nilai religius dengan pengembangan bakat.
Pembina yayasan, Ustadz Bulqiya, dalam sambutannya menyoroti urgensi pendidikan berbasis Al-Qur’an di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia menilai, institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas moral.
Dari sisi pemerintah, dukungan disampaikan melalui perwakilan Camat Rao yang menilai kegiatan semacam ini relevan dalam membentuk generasi yang adaptif sekaligus berakar pada nilai budaya dan agama. Pernyataan serupa juga datang dari Ketua DPRD Pasaman yang menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pendidikan sebagai penopang kualitas pembelajaran.
Namun demikian, dukungan yang disampaikan tidak berhenti pada tataran retorika. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD secara simbolis menyerahkan bantuan paving block untuk pengembangan sarana sekolah. Langkah ini menjadi indikator konkret keterlibatan legislatif, meski dalam skala yang masih terbatas.
Asisten I Setdakab Pasaman dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kesinambungan dukungan terhadap pendidikan, khususnya lembaga yang mengusung nilai keislaman.
Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia daerah sangat bergantung pada fondasi pendidikan dasar.
Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan pengumuman pemenang lomba, dilanjutkan dokumentasi bersama. Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan yang lebih substansial: pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga arena pembentukan nilai.
Gebyar Milad ini sekaligus memperlihatkan satu realitas penting, bahwa di tengah keterbatasan sistem pendidikan formal, inisiatif lokal seperti yang dilakukan SDIT Darul Azzam Rao menjadi penyangga alternatif dalam membangun generasi yang berdaya saing dan berkarakter. Tantangannya ke depan terletak pada konsistensi dukungan lintas sektor, agar kegiatan seremonial tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi bagian dari desain besar pembangunan pendidikan daerah.
(C8N)
#senyuman08






