CREW 8 NEWS | SOLOK
Kontingen karate Kabupaten Solok menorehkan prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026. Dengan raihan 16 medali, terdiri atas empat emas, empat perak, dan delapan perunggu, Kabupaten Solok berhasil menempati posisi kedua dalam perolehan medali cabang olahraga karate.
Capaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan karate Kabupaten Solok. Di balik prestasi itu, terdapat perjuangan panjang para atlet dan pelatih yang harus menghadapi berbagai keterbatasan selama persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.
Manajer Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra, mengungkapkan rasa haru atas pencapaian tersebut.
Menurut Hafni, keberhasilan itu merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan pengorbanan seluruh tim yang telah mempersiapkan diri menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Saya, pelatih, dan atlet menangis. Ya, menangis. Ini semua adalah buah kerja keras di tengah hambatan dan keterbatasan berbagai hal,” ujar Hafni dalam pernyataannya.
Ia menjelaskan, persiapan atlet dilakukan melalui tahapan pemusatan latihan atau training center (TC) berjalan hingga TC penuh. Para atlet juga menjalani latihan dengan disiplin ketat selama berminggu-minggu demi mencapai performa terbaik.
Di tengah proses tersebut, ketidakpastian pelaksanaan Porprov turut menghadirkan dinamika tersendiri bagi tim karate Kabupaten Solok. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat atlet dan pelatih untuk terus mempersiapkan diri.
Menurut Hafni, keberhasilan meraih 16 medali menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang.
Emas Kumite Beregu Jadi Penutup Manis
Perjuangan kontingen karate Kabupaten Solok ditutup dengan hasil manis melalui nomor kumite beregu. Tim Kabupaten Solok berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan kontingen Kota Padang.
Hafni menyebut kemenangan tersebut sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan karate Kabupaten Solok pada Porprov Sumatera Barat XVI 2026.
Keberhasilan mengatasi perlawanan Kota Padang sekaligus menjadi penutup rangkaian pertandingan cabang olahraga karate dalam ajang tersebut.
Bagi Hafni, prestasi yang diraih bukan semata-mata tentang jumlah medali, melainkan juga tentang pembuktian bahwa atlet daerah mampu bersaing di tengah berbagai tantangan.
Apresiasi untuk Pemerintah Daerah dan Panitia
Selain memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih, Hafni menyampaikan terima kasih kepada Bupati Solok atas upaya membawa Kabupaten Solok menjadi tuan rumah pelaksanaan cabang olahraga karate.
Ia juga mengapresiasi Wakil Bupati Solok yang menurutnya intens berkomunikasi mengenai berbagai kebutuhan teknis persiapan kegiatan.
Hafni turut menyampaikan penghargaan kepada perangkat daerah yang memberikan dukungan moral maupun perlengkapan untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
Apresiasi juga diberikan kepada panitia lokal dari Pengurus Cabang FORKI Kabupaten Solok yang telah mencurahkan tenaga dan waktu selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, tenaga paramedis, petugas kebersihan, serta seluruh pihak yang ikut mendukung penyelenggaraan pertandingan.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan olahraga di Kabupaten Solok.
Pelatih dan Atlet Disebut Pahlawan Olahraga
Menutup pernyataannya, Hafni memberikan penghormatan khusus kepada para atlet dan pelatih karate Kabupaten Solok yang telah berjuang membawa nama daerah di tingkat provinsi.
Ia menilai pengorbanan, disiplin, dan konsistensi mereka selama menjalani persiapan patut mendapatkan apresiasi.
“Rasa hormat setinggi-tingginya saya berikan kepada pejuang-pejuang olahraga karate Kabupaten Solok, para pelatih dan atlet, yang telah menjadi pahlawan olahraga Kabupaten Solok,” tegasnya.
Bagi Hafni, capaian empat medali emas, empat perak, dan delapan perunggu tersebut merupakan hasil perjuangan kolektif yang layak menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Solok.
Prestasi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga membutuhkan komitmen berkelanjutan, dukungan pemerintah daerah, serta perhatian terhadap kebutuhan atlet dan pelatih.
“Semua ini kami persembahkan untuk Kabupaten Solok tercinta,” tutup Hafni.
(C8N)
#senyuman08


