PADANG, CREW 8 NEWS – Memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga generasi penerus, Bundo Kanduang Nagari Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, menggelar sosialisasi pencegahan penyakit sosial dengan mengangkat isu narkoba dan LGBT bagi remaja serta anggota Bundo Kanduang, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat adat dalam mendukung implementasi Perda Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau.
Kegiatan dipimpin Ketua Bundo Kanduang Nagari Bungus, dr. Miftah Irramah, M.Biomed, yang juga menjabat Ketua Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).
Turut hadir Camat Bungus Teluk Kabung, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus, 40 anggota Bundo Kanduang, 60 pelajar SMP dan SMA, serta lima orang ninik mamak. Materi sosialisasi disampaikan dr. Noverika Windasari, Sp.FM.
Di tengah kesibukannya sebagai akademisi, dr. Miftah tetap memberikan perhatian serius terhadap persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi masa depan generasi muda, terutama penyalahgunaan narkoba dan dinamika pergaulan remaja.
Peran ibu, menurut perspektif pembinaan keluarga, sangat penting dalam mengenali perubahan perilaku anak, memperhatikan lingkungan pergaulan, serta membangun komunikasi dan pendampingan sejak dini.
Selain bahaya narkoba, sosialisasi juga mengangkat fenomena LGBT dan pentingnya peran keluarga, pendidikan, serta lingkungan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda. Penanganan persoalan ini perlu mengedepankan edukasi yang bertanggung jawab, pendekatan kesehatan, dialog keluarga, serta penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Bundo Kanduang diharapkan menjadi salah satu penggerak edukasi keluarga, sementara ninik mamak dan KAN berperan memperkuat pembinaan sosial berdasarkan nilai adat dan budaya Minangkabau.
Kegiatan ini juga relevan dengan Asta Cita, khususnya penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta pemberantasan narkoba.
Dari perspektif keamanan dan ketertiban masyarakat, keterlibatan masyarakat adat sejalan dengan semangat Polri Bersama Masyarakat. Pencegahan narkoba dan persoalan sosial membutuhkan sinergi kepolisian, Bhabinkamtibmas, keluarga, lembaga pendidikan, serta tokoh adat melalui edukasi, deteksi dini, dan kepedulian lingkungan.
Kegiatan di Nagari Bungus menegaskan bahwa perlindungan generasi muda bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum. Perhatian seorang ibu, keteladanan tokoh adat, serta kepedulian masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan sosial dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.
CREW 8 NEWS – Mengawal Informasi, Menguatkan Kepedulian Masyarakat.




