Jawab Tuntutan GMMP, Perumda Air Minum Padang Tegaskan Tata Kelola Sesuai Regulasi, Fokus Pulihkan Layanan

CREW 8 NEWS | PADANG

Perumda Air Minum Kota Padang merespons sejumlah tuntutan Garda Muda Merah Putih (GMMP) yang menyoroti tata kelola perusahaan, kebijakan tarif hingga kualitas dan kontinuitas distribusi air. Perusahaan menyatakan menghormati kritik masyarakat sekaligus menegaskan pengelolaan Perumda dijalankan dengan mengacu pada regulasi yang berlaku.

Asisten Manajer Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Noviardi Z, mengatakan perusahaan tidak antikritik dan tetap terbuka terhadap masukan maupun pengawasan publik. Namun, ia berharap kritik terhadap perusahaan disampaikan secara proporsional dan memberikan ruang bagi Perumda untuk menjelaskan kondisi pelayanan secara utuh kepada masyarakat.

“Kami tidak antikritik dan terbuka terhadap setiap masukan. Namun, kami berharap kondisi Perumda Air Minum Kota Padang dilihat secara utuh dan proporsional. Saat ini kami masih menyelesaikan sejumlah titik pemulihan pascabencana untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat Kota Padang dapat terlayani dengan semakin baik,” kata Noviardi yang di sampaikan tertulis ke redaksi 15/8

GMMP sebelumnya menyampaikan sejumlah tuntutan terhadap Perumda Air Minum Kota Padang, di antaranya menyangkut kebijakan tarif, evaluasi manajemen, transparansi tata kelola, serta peningkatan kualitas dan kontinuitas pelayanan air kepada pelanggan.

Menanggapi sorotan tersebut, Noviardi memastikan Perumda Air Minum Kota Padang menjalankan tata kelola perusahaan dengan berpedoman pada regulasi dan Peraturan Wali Kota Padang yang mengatur pengelolaan perusahaan daerah di sektor pelayanan air minum.

Menurut dia, regulasi menjadi landasan bagi perusahaan dalam menjalankan fungsi manajemen, operasional hingga pelayanan kepada masyarakat.

“Perumda Air Minum Kota Padang berjalan dengan mengacu pada regulasi dan Peraturan Wali Kota Padang yang mengatur tata kelola perusahaan daerah di bidang pelayanan air minum. Itu menjadi pedoman dalam menjalankan fungsi perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait kebijakan tarif yang turut menjadi sorotan GMMP, Noviardi mengatakan pelaksanaannya memiliki landasan regulasi pemerintah daerah dan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai kebijakan internal perusahaan.

Di tengah dinamika tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang menyatakan fokus utama perusahaan saat ini adalah menuntaskan pemulihan pelayanan setelah sejumlah infrastruktur sistem penyediaan air minum terdampak bencana hidrometeorologi pada penghujung 2025.

Salah satu fasilitas yang masih dalam proses pemulihan adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Dampak bencana menyebabkan sejumlah komponen sistem pengolahan mengalami gangguan dan berpengaruh terhadap kemampuan produksi serta distribusi air kepada pelanggan.

Sebagai bagian dari pemulihan, perbaikan dua unit accelerator IPA Gunung Pangilun mulai dilakukan pada 21 Juli 2026. Pekerjaan dilakukan secara bergantian agar sistem tetap dapat beroperasi selama proses rehabilitasi.

Konsekuensinya, kapasitas produksi dan pola distribusi pada sejumlah kawasan harus mengalami penyesuaian. Perumda sebelumnya juga telah menyampaikan informasi kepada pelanggan mengenai potensi penurunan tekanan, perubahan waktu pengaliran hingga penghentian sementara distribusi di sejumlah wilayah selama pekerjaan berlangsung.

“Yang sedang kami selesaikan sekarang adalah titik-titik gangguan agar distribusi kebutuhan dasar air bersih masyarakat Kota Padang dapat terlayani dengan baik. Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemulihan dan optimalisasi pelayanan menjadi perhatian utama kami,” kata Noviardi.

Menurut Noviardi, proses tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengatasi gangguan jangka pendek, tetapi juga mengembalikan kemampuan sistem produksi dan distribusi setelah terdampak bencana agar pelayanan kembali stabil dan berkelanjutan.

Perumda, kata dia, memahami ketidaknyamanan yang dapat dirasakan pelanggan selama proses rehabilitasi berlangsung. Karena itu, penyelesaian pekerjaan dan normalisasi pelayanan terus menjadi perhatian perusahaan.

Noviardi menegaskan kritik masyarakat tetap dibutuhkan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelayanan Perumda. Namun, perusahaan berharap kondisi yang tengah dihadapi juga dilihat secara objektif dan proporsional, terutama karena proses pemulihan infrastruktur pascabencana masih berjalan.

“Silakan masyarakat memberikan kritik dan masukan. Itu menjadi bahan evaluasi bagi kami. Pada saat yang sama, kami berharap diberikan ruang yang proporsional untuk menyelesaikan pekerjaan pemulihan. Tujuan akhirnya sama, yakni memastikan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang dapat terlayani semakin baik,” ujarnya.

Perumda Air Minum Kota Padang memastikan optimalisasi pelayanan akan terus berjalan bersamaan dengan pemulihan infrastruktur, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan, akuntabilitas serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini