CREW 8 NEWS| SOLOK
Jajaran Polres Solok berada di garis depan penanganan bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sejak Senin (21/9/2026). Selama lima hari hingga Jumat (25/9/2026), kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah daerah, BPBD dan tim SAR melakukan pencarian korban, evakuasi, pembersihan material, pembukaan akses serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Penanganan awal bencana dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini. Polri mengerahkan personel Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta dan Satbrimob Polda Sumbar untuk merespons kondisi darurat setelah hujan deras memicu banjir bandang dan longsor di kawasan Arosuka.
Menurut keterangan Divisi Humas Polri, galodo menerjang sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kabupaten Solok sejak sore. Material longsoran dari sekitar hulu Sungai Batang Laso kemudian terbawa arus hingga memasuki Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan menutup sejumlah akses masyarakat.
Respons kepolisian dilakukan pada malam yang sama. Satbrimob Polda Sumbar menggelar apel pemberangkatan Tim SAR sekitar pukul 20.20 WIB dan bergerak menuju lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Tim gabungan selanjutnya melakukan pencarian warga yang dilaporkan hilang, evakuasi korban serta pembersihan material yang menutup akses dan fasilitas umum.
Memasuki Selasa (22/9), penanganan diperkuat dengan keterlibatan pimpinan Polda Sumbar. Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy meninjau langsung titik terdampak di Kompleks Perkantoran Pemkab Solok. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi antara lain Karo Ops Polda Sumbar, Dansat Brimob, Dirsamapta serta Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini.
Pada hari kedua, kepolisian juga mendukung proses identifikasi korban serta pencarian warga yang masih belum ditemukan. Di sisi lain, akses jalan yang tertutup material mulai dibuka secara bertahap sehingga lalu lintas dapat kembali berjalan dengan sistem pengaturan di lokasi pekerjaan.
Memasuki Rabu (23/9), fokus penanganan berlanjut pada pencarian korban dan pemulihan akses. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang di sejumlah titik sepanjang aliran material dan sungai.
Polri juga memperkuat pengerahan personel untuk membersihkan material galodo. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan masyarakat yang mengungsi serta pemulihan fasilitas dan akses yang terdampak.
Pada Kamis (24/9), operasi kemanusiaan dan pemulihan terus berjalan. Jajaran kepolisian bersama unsur terkait tetap melakukan pengamanan lokasi, membuka akses, membantu masyarakat dan memberikan dukungan psikososial. Polri menyebut penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur sesuai tugas masing-masing.
Lima hari setelah bencana, Jumat (25/9), perhatian penanganan meningkat dengan kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Solok. Wapres mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro untuk melihat langsung kondisi warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat terpenuhi.
Wapres kemudian meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang di kawasan Arosuka. Dalam dokumentasi ANTARA, Gibran terlihat bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wagub Sumbar Vasko Ruseimy dan Bupati Solok John Pandu.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Polres Solok sebagai bagian dari unsur Forkopimda Kabupaten Solok turut hadir dalam penyambutan dan mendukung pengamanan kegiatan Wapres di lokasi terdampak. Kehadiran kepolisian menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk memastikan agenda kunjungan berjalan aman, tertib dan lancar.
Bagi Polres Solok, keterlibatan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian penanganan yang telah dilakukan sejak malam pertama bencana. Dari respons darurat, pencarian korban, evakuasi, pembukaan akses hingga pelayanan masyarakat, kepolisian tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, BNPB, Basarnas dan unsur terkait lainnya.
Kunjungan Wapres pada hari kelima menjadi momentum untuk melihat secara langsung dampak galodo sekaligus memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Rangkaian penanganan selama lima hari tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap bencana tidak berhenti pada tahap penyelamatan awal. Setelah fase darurat, perhatian berlanjut pada pemulihan akses, pelayanan pengungsi, pembersihan material dan pemulihan fasilitas publik.
Di tengah proses tersebut, Polres Solok bersama seluruh unsur Forkopimda terus menempatkan keselamatan dan pelayanan masyarakat sebagai bagian utama dari penanganan pascabencana.
(C8N)
#senyuman08




