Padang, Crew8 News ,- Penunjukan Jenderal TNI Kehormatan (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dinilai sebagai wujud kenegarawanan Presiden Prabowo Subianto.
Pakar politik Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Prof Asrinaldi, menyebut langkah Prabowo menunjukkan sikap profesional dan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.
“Ya (negarawan). Saya melihat Presiden Prabowo juga menunjukkan sikap profesionalitas dengan menunjuk Djamari Chaniago,” ujar Prof Asrinaldi di Padang, Kamis (18/9).
Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand itu menegaskan, penunjukan Djamari tak lepas dari kebutuhan Presiden untuk dibantu sosok yang memahami betul situasi yang pernah dilalui, termasuk perjalanan karier dan dinamika masa lalu.
“Barangkali Presiden Prabowo yakin bahwa dia butuh orang seperti Djamari Chaniago,” kata penulis buku Politik Masyarakat Miskin Kota tersebut.
Djamari Chaniago merupakan salah satu petinggi ABRI yang ikut merekomendasikan pemberhentian Prabowo saat masih aktif di TNI. Kala itu, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Perwira pada 1998.
Namun, menurut Asrinaldi, Prabowo sama sekali tidak melihat ke belakang. Penunjukan Djamari justru menegaskan bahwa Presiden mengedepankan kepentingan bangsa di atas luka masa lalu.
Setelah dilantik, Djamari Chaniago akan menghadapi tugas berat: menata dan memastikan stabilitas pemerintahan, baik internal maupun eksternal.
“Saya percaya dengan segudang pengalaman Djamari Chaniago, ia bisa mengemban tugas sebagai Menko Polkam,” kata Asrinaldi.
Djamari resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menko Polkam definitif menggantikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang sebelumnya merangkap jabatan tersebut. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, bersama sejumlah menteri dan wakil menteri baru hasil perombakan Kabinet Merah Putih.
(C8N)
#senyuman08






