Pemkab Solok Siapkan Langkah Akselerasi OPD untuk Tuntaskan Persoalan Pendidikan dan Kesehatan di Wilayah Terpencil
Solok, Crew8 News,- Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyatakan komitmennya untuk menyikapi secara serius berbagai persoalan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), termasuk kondisi pendidikan di SDN 12 Tigo Jangko, Nagari Tanjung Balik Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah. Pemerintah Kabupaten Solok akan mengambil langkah konkret melalui pembenahan sistem serta akselerasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) guna menuntaskan persoalan yang telah berlangsung lama.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Jon Firman Pandu sebagai respons atas sorotan publik terhadap kondisi infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terpencil, khususnya akses pendidikan dan kesehatan yang dinilai masih jauh dari layak.
Menurutnya, persoalan yang terjadi di Tigo Jangko tidak bisa dipandang secara parsial, melainkan harus ditangani secara menyeluruh melalui sinergi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami menyikapi ini dengan serius. Persoalan daerah 3T, termasuk pendidikan dan kesehatan, menjadi prioritas yang harus segera dibenahi,” ujar Jon Firman Pandu dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Solok sedang dan akan melakukan langkah-langkah pembenahan secara terstruktur, dimulai dari evaluasi menyeluruh terhadap kondisi di lapangan hingga penyusunan kebijakan yang lebih terarah dan tepat sasaran.
Langkah tersebut akan melibatkan berbagai OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), untuk merumuskan strategi percepatan pembangunan di wilayah 3T.
Menurutnya, koordinasi antar-OPD menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan yang selama ini belum tertangani secara optimal. Ia menilai, selama ini pendekatan sektoral menjadi salah satu penyebab lambannya penyelesaian masalah di daerah terpencil.
“Kita akan akselerasikan OPD terkait. Tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terintegrasi agar persoalan bisa diselesaikan secara menyeluruh,” katanya.
Dalam konteks pendidikan, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan peningkatan fasilitas sekolah, pemerataan tenaga pendidik, serta memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terpencil.
SDN 12 Tigo Jangko menjadi salah satu fokus perhatian, mengingat kondisi akses yang sulit dan keterbatasan sarana prasarana yang selama ini dikeluhkan oleh para guru dan masyarakat.
Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi bagian penting dalam agenda pembenahan. Ia menyebut bahwa akses layanan kesehatan di wilayah 3T harus ditingkatkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang layak dan merata.
“Tidak hanya pendidikan, kesehatan juga menjadi perhatian utama. Kita ingin masyarakat di daerah terpencil mendapatkan pelayanan yang sama dengan wilayah lain,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa langkah pembenahan yang akan dilakukan tidak bersifat jangka pendek, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kabupaten Solok.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan menyusun langkah-langkah strategis yang mencakup pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Selain itu, proses perencanaan akan dilakukan secara lebih terukur dengan melibatkan data riil di lapangan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita tidak ingin hanya merespons secara reaktif. Yang kita lakukan adalah pembenahan menyeluruh dengan perencanaan yang matang,” katanya.
Terkait dengan persoalan yang telah berlangsung lama dan belum terselesaikan, Bupati menegaskan bahwa hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem kerja ke depan.
Ia juga membuka ruang bagi berbagai masukan dari masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kebijakan yang akan diambil.
“Kita ingin semua pihak terlibat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Langkah percepatan yang direncanakan ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah 3T, khususnya di Tigo Jangko.
Komitmen Bupati Solok untuk membenahi wilayah 3T menjadi harapan baru bagi masyarakat di daerah terpencil. Dengan akselerasi kinerja OPD dan pendekatan pembangunan yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Solok diharapkan mampu menuntaskan persoalan yang selama ini belum teratasi, serta mewujudkan pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
(C8N)
#senyuman08






