Sumbar Kejar Prioritas Nasional 2027, Dharmasraya Usulkan PSN dan Kawasan Industri

Crew 8 News
JAKARTA,- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mendampingi tiga kepala daerah melakukan audiensi strategis dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Prof. Rachmat Pambudy, di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan tersebut membahas usulan prioritas pembangunan Sumatera Barat agar masuk dalam perencanaan nasional tahun 2027.

Audiensi itu tetap dijalankan Vasko meski dirinya masih dalam kondisi cedera kaki pascakecelakaan mobil dinas yang dialaminya dua hari sebelumnya. Kehadiran Wagub Sumbar tersebut menjadi perhatian karena tetap melanjutkan agenda kerja ke Jakarta demi mengawal usulan pembangunan daerah.

Tiga kepala daerah yang ikut dalam rombongan tersebut yakni Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Bupati Sijunjung Benny Dwifa, dan Wali Kota Pariaman Yota Balad.

Masing-masing daerah membawa proposal strategis yang diarahkan untuk memperkuat posisi Sumatera Barat dalam prioritas pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memfokuskan usulan pada percepatan pembangunan feeder toll Dharmasraya–Rengat, pengajuan Kabupaten Dharmasraya masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN), serta pengembangan kawasan industri terintegrasi.

Feeder toll tersebut merupakan jalan penghubung strategis menuju Rengat, Provinsi Riau, yang dirancang sepanjang sekitar 103 hingga 134 kilometer dan akan terkoneksi langsung dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Proyek itu diproyeksikan mampu memangkas jarak perjalanan hingga sekitar 300 kilometer dibanding jalur konvensional saat ini. Selain mempercepat distribusi logistik, jalan tersebut juga dinilai dapat membuka akses ekonomi baru di wilayah Sumatera bagian tengah.

Secara regional, manfaat konektivitas feeder toll diperkirakan akan dirasakan sejumlah daerah sekitar seperti Solok Selatan, Sijunjung, Sawahlunto hingga Kerinci dan Sungai Penuh di Provinsi Jambi.

Selain infrastruktur jalan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga mengusulkan pengembangan kawasan industri terintegrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Sumatera Barat. Kawasan tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas hilirisasi sektor perkebunan, perdagangan, logistik, serta distribusi antarprovinsi yang terhubung langsung dengan jaringan Tol Trans Sumatera.

Pemerintah daerah menilai posisi Dharmasraya sangat strategis sebagai pintu gerbang logistik Sumatera Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau dan Jambi. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai penting untuk mempercepat pengembangan kawasan industri dan konektivitas transportasi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya saat ini terus mendorong proyek tersebut agar masuk dalam skema PSN guna mempercepat dukungan regulasi, penganggaran, dan pembangunan fisik dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Bupati Sijunjung Benny Dwifa membawa agenda penguatan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan UNESCO Global Geopark (UGGp) Silokek.

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sijunjung meminta dukungan Bappenas terhadap pembangunan infrastruktur penunjang, fasilitas kawasan, serta promosi internasional guna memperkuat proses penilaian Geopark Silokek menuju pengakuan UNESCO.

Geopark Silokek selama ini dinilai memiliki potensi besar dari sisi geologi, ekowisata, dan konservasi lingkungan yang dapat menjadi penggerak ekonomi baru berbasis pariwisata berkelanjutan di Sumatera Barat.

Di sisi lain, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyerahkan tujuh proposal pembangunan strategis kepada Menteri Bappenas.

Usulan tersebut mencakup program pemulihan pascabencana, penguatan infrastruktur digital daerah, mitigasi kawasan pesisir, hingga pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui program Kampung Nelayan.

Pemerintah Kota Pariaman menilai dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan wilayah pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat berbasis maritim.

Secara keseluruhan, audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memastikan berbagai agenda pembangunan daerah masuk dalam prioritas perencanaan nasional tahun 2027.

Selain pembangunan infrastruktur strategis, pertemuan itu juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah dalam penguatan konektivitas kawasan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, pengurangan risiko bencana, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi regional di Sumatera Barat.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini