CREW 8 NEWS | SOLOK
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menunjukkan peran aktif dalam mengawal berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Kiprah tersebut terlihat melalui rangkaian agenda di Kabupaten Solok serta sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat, terutama pada sektor jalan, air minum, sanitasi, irigasi, perumahan, dan pengendalian bencana.
Komitmen itu kembali terlihat dalam rangkaian kunjungan kerja Zigo ke Kabupaten Solok, Sabtu (29/8/2026). Ia meninjau ruas Rimbo Data–Kapujan di Kecamatan Tigo Lurah serta mengunjungi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Jorong Galagah, Nagari Alahan Panjang.
Kunjungan tersebut disambut Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I. bersama unsur DPRD, perwakilan balai dan satuan kerja terkait, pemerintah nagari, tokoh adat, serta masyarakat. Pertemuan itu menjadi ruang koordinasi untuk menghubungkan kebutuhan daerah dengan program kementerian yang menjadi mitra kerja Komisi V DPR RI.
Di Jorong Galagah, perhatian diarahkan pada pengembangan pelayanan air minum. Zigo mengatakan Pamsimas yang awalnya mengalokasikan sambungan bagi sekitar 35 rumah dapat diperluas hingga menjangkau kurang lebih 200 rumah melalui partisipasi dan swadaya masyarakat.
Menurut dia, keterlibatan warga menunjukkan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendesak. Pamsimas tidak hanya menghadirkan sarana fisik, tetapi juga mendorong masyarakat ikut mengelola dan memelihara fasilitas agar pelayanan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara di Nagari Rangkiang Luluih, Kecamatan Tigo Lurah, Zigo meninjau rencana peningkatan ruas Rimbo Data–Kapujan melalui skema Inpres Jalan Daerah. Sekitar 5,6 kilometer ruas tersebut masih belum beraspal dan pekerjaannya direncanakan dimulai pada Oktober 2026.
Peningkatan jalan itu berhubungan langsung dengan mobilitas masyarakat, akses pelayanan publik, serta distribusi hasil pertanian. Bagi wilayah dengan permukiman yang berjauhan, kondisi jalan turut menentukan biaya angkutan dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Solok Candra mengapresiasi konsistensi Zigo dalam mengawal kebutuhan pembangunan Kabupaten Solok melalui Komisi V DPR RI. Menurut dia, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan karena kemampuan fiskal daerah belum sebanding dengan luasnya kebutuhan infrastruktur.
“Cukup banyak program yang dibawa dan diperjuangkan Pak Zigo Rolanda untuk Kabupaten Solok dan sekitarnya. Sebelumnya, beliau juga telah turun ke wilayah terdampak bencana di Kota Solok serta sejumlah titik di Kabupaten Solok bagian utara,” kata Candra.
Sekitar 41 persen jalan Kabupaten Solok berada dalam kondisi rusak berat, sedangkan 7,44 persen lainnya mengalami rusak sedang. Panjang jalan yang membutuhkan penanganan mencapai sekitar 476 kilometer, dengan kebutuhan anggaran diperkirakan berada pada kisaran Rp1,6 triliun hingga Rp1,8 triliun.
Keterbatasan APBD membuat dukungan pemerintah pusat menjadi penting. Penanganan jalan perlu diprioritaskan pada ruas yang melayani sentra pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pemerintahan, dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Perhatian Zigo terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga terlihat pada sektor pertanian. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi telah tersebar di sekitar 21 titik di Kabupaten Solok. Perbaikan jaringan irigasi tersier itu diharapkan memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas petani.
Pada sektor pengendalian bencana, Zigo turut mengawal rehabilitasi Batang Lembang dan Batang Gawan di kawasan Solok Raya dengan dukungan sekitar Rp170 miliar melalui skema kontrak tahun jamak.
Penanganan lima sungai lainnya di Kabupaten Solok memperoleh dukungan sekitar Rp161 miliar, meliputi Batang Paninggahan, Batang Muaro Pingai, Batang Sumani, Batang Saniangbaka, dan Batang Imang. Secara keseluruhan, dukungan bagi dua kelompok pekerjaan sungai tersebut mencapai sekitar Rp331 miliar.
Program itu diharapkan memperkuat pengendalian banjir, melindungi permukiman dan lahan pertanian, sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Aktivitas pengawalan Zigo tidak hanya terlihat di Kabupaten Solok. Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat I, ia juga aktif turun ke sejumlah kabupaten dan kota untuk menyerap aspirasi, meninjau kondisi infrastruktur, serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan balai teknis.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat memiliki karakter yang saling berkaitan. Jalan membuka akses ekonomi, irigasi menjaga produksi pangan, air bersih mendukung kesehatan, perumahan memberikan perlindungan, sedangkan pengendalian sungai mengurangi risiko bencana.
Zigo menegaskan akan terus mengawal program bersama kementerian dan balai terkait agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Peran politik dalam pembangunan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Pengawalan juga mencakup pembahasan anggaran, koordinasi dengan kementerian, pemantauan pelaksanaan, serta memastikan kebutuhan daerah memperoleh ruang dalam kebijakan nasional.
Candra menegaskan Pemerintah Kabupaten Solok akan terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat dan DPR RI. Sinergi tersebut dibutuhkan agar keterbatasan fiskal daerah tidak menghambat pemenuhan kebutuhan dasar dan pemerataan pembangunan.
(C8N)
#senyuman08






