CREW 8 NEWS| SOLOK
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Solok. Dua siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Amal Cupak, Nur Aisyah dan Wella Hijra Madina, berhasil diterima untuk melanjutkan pendidikan di Suzhou Institute of Trade and Commerce, Republik Rakyat China.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, masyarakat Nagari Cupak, hingga Kabupaten Solok. Capaian ini membuktikan bahwa putra-putri daerah mampu bersaing dan memperoleh kesempatan pendidikan di tingkat internasional.
Namun di balik kabar menggembirakan tersebut, tersimpan kenyataan yang memprihatinkan. Kesempatan emas untuk menempuh pendidikan di luar negeri kini terancam tidak dapat terwujud akibat keterbatasan biaya keberangkatan yang harus dipenuhi sebelum keduanya bertolak ke China.
Berdasarkan dokumen Proposal Permohonan Bantuan Beasiswa Pendidikan Lulus Kuliah ke Luar Negeri yang ditandatangani Kepala MAS Nurul Amal Cupak, Henry Achmad, tertanggal 1 Juli 2026, kebutuhan biaya keberangkatan bagi kedua siswi tersebut mencapai Rp64 juta, atau masing-masing sebesar Rp32 juta per siswa.
Adapun rincian kebutuhan biaya meliputi tiket pesawat internasional, pengurusan visa pelajar, paspor dan legalisasi administrasi dokumen sebesar Rp5,5 juta, biaya hidup awal penyesuaian di China selama satu hingga dua bulan sebesar Rp4 juta, administrasi penerbitan Letter of Acceptance (LoA) sebesar Rp7 juta, serta biaya medical check-up dan tes kesehatan internasional sebesar Rp6 juta.
Nur Aisyah diketahui berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga selama ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anggota keluarga lainnya.
Perjuangan serupa juga dialami Wella Hijra Madina. Di tengah kondisi kedua orang tuanya yang telah berpisah, ia tetap menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan hingga berhasil memperoleh kesempatan belajar di luar negeri.
Meski biaya pendidikan di perguruan tinggi tujuan telah memperoleh dukungan tertentu, kebutuhan biaya awal keberangkatan menjadi kendala utama yang kini dihadapi kedua siswi tersebut.
Bagi sebagian kalangan, nominal Rp64 juta mungkin tidak terlalu besar. Namun bagi dua keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, angka tersebut menjadi tantangan berat yang berpotensi menggagalkan kesempatan langka untuk menempuh pendidikan di tingkat internasional.
Keberhasilan Nur Aisyah dan Wella Hijra Madina merupakan bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk berprestasi. Mereka membawa harapan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bahkan Indonesia.
Melalui proposal dan siaran pers ini, keluarga besar MAS Nurul Amal Cupak mengajak Pemerintah Kabupaten Solok, DPRD, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), para perantau Minangkabau, yayasan pendidikan, lembaga sosial, serta masyarakat luas untuk bersama-sama memberikan dukungan agar kedua siswi tersebut dapat mewujudkan impiannya melanjutkan pendidikan ke China.
Sebagai bentuk transparansi, proposal juga mencantumkan rekening penerima bantuan dan menyatakan kesiapan untuk menyampaikan laporan penggunaan dana kepada para donatur setelah proses keberangkatan dilaksanakan.
“Jangan biarkan mimpi dua putri daerah menembus dunia berhenti hanya karena keterbatasan biaya. Kesempatan ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang harapan, masa depan, dan kebanggaan bagi Kabupaten Solok serta Indonesia.”
(C8N)
#senyuman08
Informasi Penyaluran Bantuan:
- Nur Aisyah
- Bank: BCA
- Nomor Rekening: 856-541-1949
- Atas Nama: Nur Aisyah
- Wella Hijra Madina
- Bank: BCA
- Nomor Rekening: 856-541-1957
- Atas Nama: Wella Hijra Madina






