CREW 8 NEWS |SOLOK
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polres Solok dalam memberantas peredaran narkotika, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), serta mengawal penanganan persoalan kelangkaan BBM bersubsidi yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam silaturahmi Wakil Bupati Solok H. Candra dengan Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K. yang berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas daerah.
Silaturahmi itu juga diwarnai nuansa kekeluargaan. Kapolres Solok diketahui memiliki kedekatan dengan Kabupaten Solok karena berasal dari Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, dari Suku Tanjung. Kedekatan tersebut dinilai menjadi modal sosial yang semakin memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polres Solok dengan Pemerintah Kabupaten Solok, tokoh adat, tokoh agama, ninik mamak, serta seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Candra menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Solok atas keberhasilan mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan narkotika, termasuk pengungkapan terbaru kasus narkotika jenis ganja di wilayah Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang. Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Solok juga berhasil mengungkap peredaran sekitar 25 kilogram ganja yang menjadi perhatian publik di Sumatera Barat.
Menurut Wakil Bupati, keberhasilan aparat kepolisian tersebut merupakan bukti nyata keseriusan negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu bersama saya memberikan dukungan penuh terhadap langkah Polres Solok dalam memberantas narkoba. Kita tidak ingin anak-anak dan generasi muda Kabupaten Solok menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Karena itu, upaya pencegahan harus berjalan seiring dengan penegakan hukum,” ujar H. Candra, Rabu 5/8
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap memperkuat langkah preventif melalui kolaborasi dengan Polres Solok, di antaranya dengan mengoptimalkan pembinaan remaja masjid, penyuluhan hukum di sekolah, edukasi bahaya narkoba, serta pelibatan tokoh agama, ninik mamak, Bundo Kanduang, organisasi kepemudaan, pemerintah nagari, dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam diskusi tersebut, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, S.S., S.I.K. memperkenalkan gagasan Gerakan Jaga Warga sebagai strategi membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Menurut Kapolres, tantangan keamanan saat ini tidak cukup dijawab melalui pendekatan penegakan hukum semata. Pencegahan harus diperkuat dengan membangun kepedulian sosial, meningkatkan keberanian masyarakat untuk memberikan informasi, serta menumbuhkan budaya saling menjaga di lingkungan masing-masing.
“Gerakan Jaga Warga merupakan gerakan membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya. Apabila terdapat indikasi penyalahgunaan narkoba, aktivitas PETI, penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun gangguan kamtibmas lainnya, masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi kepada aparat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri dan TNI, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” tegas AKBP Rini Anggraini.
Gagasan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari Wakil Bupati Solok. Menurut H. Candra, konsep Gerakan Jaga Warga sangat sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah lama hidup dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Ia menilai, apabila gerakan tersebut dipadukan dengan pembinaan remaja masjid, penguatan lembaga adat, penyuluhan hukum, pendidikan karakter, serta edukasi bahaya narkoba secara berkelanjutan, maka akan terbentuk sistem pencegahan yang jauh lebih efektif dalam melindungi generasi muda Kabupaten Solok.
“Pemerintah Kabupaten Solok siap berkolaborasi mengembangkan Gerakan Jaga Warga hingga ke tingkat nagari dan jorong. Kami ingin masyarakat menjadi pelopor dalam menjaga lingkungannya sendiri sehingga penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perjudian, maupun tindak kriminal lainnya dapat dicegah sejak dini,” kata H. Candra.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Solok menegaskan komitmennya untuk melaksanakan arahan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, yang menekankan tidak ada kompromi terhadap peredaran narkoba, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), serta penyalahgunaan dan persoalan distribusi BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat.
“Polres Solok siap menjalankan arahan Bapak Kapolda secara profesional, tegas, terukur, dan berkelanjutan. Penegakan hukum akan terus kami lakukan, namun langkah-langkah pencegahan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat juga akan terus diperkuat agar hasilnya lebih optimal,” ujar Kapolres.
Silaturahmi tersebut menjadi penegasan bahwa menjaga keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Solok dan Polres Solok diharapkan mampu melahirkan gerakan sosial yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga ketertiban, menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba, menekan praktik PETI, mengawasi distribusi BBM bersubsidi, serta memperkuat budaya kepedulian sosial sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Solok yang aman, maju, dan berkelanjutan.
(C8N)
#senyuman08






