Komisi V DPR RI Tinjau Solok, Zigo Rolanda Kawal Pemulihan Pascabencana Hingga Penguatan SPAM 2027

CREW 8 NEWS | SOLOK

Setelah mengawali rangkaian Reses Perorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 dengan meninjau langsung penanganan banjir di Kota Padang, Anggota Komisi V DPR RI sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, H. Zigo Rolanda, SE., MM, melanjutkan agenda reses di Kota Solok dan Kabupaten Solok, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada monitoring proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak, khususnya Nagari Paninggahan dan Nagari Saning Baka.

Dalam kegiatan tersebut, Zigo didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra, jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat, anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Partai Golkar Mukhlis, Feris Novel, Yetty Aswati, Trio Karno Vivo, dan Olzaheri. Turut hadir perangkat daerah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta jajaran Perumda Air Minum Tirta Kabupaten Solok yang bersama-sama melakukan monitoring terhadap kondisi infrastruktur dan fasilitas publik pascabencana.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan Komisi V DPR RI, rombongan meninjau secara langsung kondisi infrastruktur yang terdampak bencana, mulai dari jaringan sumber daya air, irigasi, pelayanan air bersih, lahan pertanian, hingga kondisi lingkungan di kawasan terdampak. Monitoring lapangan dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi dukungan yang diperlukan dari pemerintah pusat.

Dalam peninjauan di Nagari Paninggahan, Zigo memastikan upaya percepatan pemulihan terus dilakukan. Pemerintah pusat melalui program yang dikoordinasikan bersama kementerian dan lembaga terkait memberikan dukungan terhadap pemulihan jaringan air bersih, rehabilitasi jaringan irigasi, serta pemulihan lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana.

“Kami ingin memastikan pemulihan pascabencana tidak berhenti pada penanganan darurat. Infrastruktur yang rusak harus segera dipulihkan agar aktivitas masyarakat, pelayanan air bersih, dan sektor pertanian dapat kembali berjalan normal. Hasil monitoring ini akan menjadi bahan koordinasi dan pembahasan kami bersama kementerian serta lembaga mitra di tingkat pusat,” ujar Zigo.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci percepatan rehabilitasi infrastruktur serta penguatan ketahanan masyarakat menghadapi bencana.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan apresiasi atas kehadiran Anggota Komisi V DPR RI beserta jajaran BWS Sumatera Barat yang turun langsung meninjau lokasi terdampak. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar, mengembalikan layanan publik, serta memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

Selain meninjau lokasi pemulihan, rombongan juga membahas penguatan layanan air minum di Kabupaten Solok. Berdasarkan informasi yang disampaikan Direktur Perumda Air Minum Tirta Kabupaten Solok, Nagari Saning Baka telah masuk dalam usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp80 miliar yang direncanakan pada Tahun Anggaran 2027. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur pelayanan dasar di kawasan tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, Zigo menyatakan akan mengawal berbagai aspirasi dan kebutuhan daerah agar dapat menjadi perhatian pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga mitra Komisi V DPR RI.

“Reses bukan sekadar menyerap aspirasi, tetapi memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar ditindaklanjuti. Apa yang kami lihat dan dengar di lapangan hari ini akan kami bawa ke DPR RI untuk diperjuangkan bersama pemerintah pusat agar program-program prioritas, termasuk pemulihan pascabencana dan pembangunan infrastruktur dasar, dapat direalisasikan sesuai kebutuhan daerah,” tegas Zigo.

Melalui rangkaian monitoring ini, diharapkan proses rehabilitasi pascabencana di Kabupaten Solok dapat berlangsung lebih cepat, mulai dari pemulihan jaringan air bersih, rehabilitasi irigasi, dan pemulihan lahan pertanian di Nagari Paninggahan, hingga pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Nagari Saning Baka. Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Solok, Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat, dan DPR RI diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemulihan serta meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakat.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini