CREW 8 NEWS| SOLOK
Penanganan bencana di Kabupaten Solok terus diperkuat melalui konsolidasi lintas unsur. Sebanyak 33 personel TNI Angkatan Laut dari unsur Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II dikerahkan untuk membantu penanganan kondisi darurat dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Kekuatan personel tersebut dipimpin Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) II Padang Letkol Marinir Afrison Taufik, didampingi Kapten Marinir Roni Mahendra.
Kedatangan personel TNI AL tersebut diterima Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Masheri Yandra Boy, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, S.Farm., Apt., Wakil Ketua DPRD Armen Plani, serta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok.
Penguatan personel tersebut menjadi bagian dari respons bersama menghadapi dampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Solok. Unsur pemerintah daerah dan aparat melakukan koordinasi untuk memastikan dukungan personel diarahkan sesuai kebutuhan aktual di lapangan.
Letkol Marinir Afrison Taufik mengatakan, kehadiran personel TNI AL merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi bencana.
“Kami datang untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan bencana di Kabupaten Solok. Sebanyak 33 personel kita turunkan untuk mendukung kebutuhan di lapangan. Kekuatan personel selanjutnya akan kami sesuaikan dengan situasi dan kebutuhan penanganan,” kata Afrison.
Menurut dia, dukungan personel akan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Keselamatan masyarakat dan personel menjadi perhatian dalam setiap kegiatan di lapangan.
Wakil Bupati Solok H. Candra menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AL yang ikut memperkuat penanganan bencana di daerah tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Kodaeral II. Kehadiran personel tambahan ini sangat membantu penanganan di lapangan. Kita ingin seluruh unsur bergerak dalam satu koordinasi, sehingga setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani berdasarkan kondisi dan skala prioritas,” ujar Candra.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengonsolidasikan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk dukungan TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya.
Koordinasi tersebut mencakup penanganan titik terdampak, pemulihan akses, pembersihan material, pendataan kerusakan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir menilai dukungan lintas institusi diperlukan untuk mempercepat respons terhadap masyarakat terdampak.
“Kami menyambut baik dukungan personel dari Kodaeral II. Dalam kondisi bencana seperti ini, kekuatan pemerintah daerah harus diperkuat dengan sinergi seluruh unsur. DPRD mendukung langkah percepatan penanganan, terutama untuk pemulihan akses, fasilitas pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya.
Pj. Sekda Kabupaten Solok Masheri Yandra Boy mengatakan koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar sumber daya yang tersedia dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan lapangan.
“Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD dan seluruh unsur pendukung harus berjalan terpadu. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan personel maupun dukungan berikutnya,” ujarnya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Khairul mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan asesmen terhadap lokasi terdampak.
“BPBD bersama seluruh unsur terus melakukan asesmen dan penanganan di titik-titik terdampak. Dukungan personel tambahan akan kami integrasikan dengan kebutuhan lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara terarah, mulai dari penanganan kondisi darurat, pembersihan material, pembukaan akses hingga pemulihan fasilitas terdampak,” katanya.
Kehadiran 33 personel tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan bencana di Kabupaten Solok dilakukan melalui pendekatan lintas sektor. Pemerintah daerah menjadi simpul koordinasi, sementara dukungan unsur TNI dan instansi lainnya diarahkan untuk memperkuat kapasitas respons di lapangan.
Penambahan kekuatan personel selanjutnya akan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan. Dengan pola tersebut, pengerahan sumber daya tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga mengikuti hasil pemantauan dan asesmen terhadap kondisi masyarakat serta wilayah terdampak.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur terkait selanjutnya akan melakukan evaluasi perkembangan kondisi lapangan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
(C8N)
#senyuman08






