Belum Pernah Bertemu, H. Candra Mengikuti Rekam Jejak Bob Hasan

CREW 8 NEWS| AROSUKA

Wakil Bupati Solok H. Candra S.H.I. mengaku belum pernah bertemu secara langsung dengan Ketua Umum DPP Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Bob Hasan. Meski demikian, Candra mengaku mengikuti rekam jejak dan kiprah Bob Hasan di tingkat nasional.

Menurut Candra, nama Bob Hasan beberapa kali muncul dalam berbagai pertemuan dengan komunitas dan perkumpulan perantau Minangkabau. Dari informasi tersebut, ia kemudian mengikuti kiprah Bob Hasan, termasuk aktivitasnya di DPR RI dan keterlibatannya dalam ARUN.

“Kalau bertemu langsung dengan Bang Bob Hasan, saya belum pernah. Tetapi nama beliau beberapa kali saya dengar dalam berbagai kesempatan perkumpulan perantau Minang. Saya juga mengikuti rekam jejak dan kiprah beliau,” kata Candra.

Bob Hasan merupakan anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari daerah pemilihan Lampung II periode 2024–2029. Ia duduk di Komisi III DPR RI dan dipercaya sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Bagi Candra, posisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mengikuti kiprah Bob Hasan. Terlebih, Bob Hasan juga memiliki latar belakang sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau.

“Sebagai orang Minang, tentu kita bangga kalau ada putra Minang yang mendapat kepercayaan di tingkat nasional. Apalagi beliau berada di Komisi III dan memimpin Baleg. Tentu kita berharap kiprah beliau memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Candra juga menyinggung keberadaan Benny Utama dari Fraksi Partai Golkar yang sama-sama duduk di Komisi III DPR RI. Menurutnya, keberadaan tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Sumatera Barat di parlemen nasional menjadi bagian dari jejaring komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan daerah.

“Di Komisi III juga ada Bang Benny Utama dari Golkar. Tentu kita bangga ada tokoh-tokoh yang memiliki hubungan dengan Sumatera Barat berada di ruang kerja strategis di DPR RI,” katanya.

Candra mengatakan dirinya memperoleh informasi mengenai rencana DPW ARUN Sumatera Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I sekaligus seminar nasional pada 24 Oktober 2026.

Ia menyambut agenda tersebut dan berharap kegiatan organisasi dapat memperkuat kontribusi ARUN Sumbar dalam advokasi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, Bupati dan Wakil Bupati mengucapkan selamat dan sukses untuk pelaksanaan Muswil I dan seminar nasional ARUN Sumbar,” kata Candra.

Ia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan menghasilkan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga acaranya sukses, ARUN Sumbar juga semakin sukses dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Candra, pemerintah daerah membutuhkan masukan dari berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Karena itu, organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang advokasi dinilai dapat mengambil peran sebagai mitra pemerintah.

“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Masukan dan saran dari masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan berbagai elemen lainnya sangat diperlukan,” kata Candra.

Ia berharap ARUN Sumbar dapat berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan dan saran terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Kalau ARUN bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan dan saran, tentu itu sangat positif,” ujarnya.

Candra menilai fungsi advokasi tidak harus selalu ditempatkan sebagai sikap berseberangan dengan pemerintah. Menurut dia, advokasi juga dapat menjadi ruang komunikasi untuk menyampaikan persoalan masyarakat dan mencari penyelesaian berdasarkan aturan.

“Advokasi bukan berarti harus selalu berhadap-hadapan dengan pemerintah. Justru bisa menjadi mitra untuk memberikan masukan, mengingatkan dan mencari solusi bersama terhadap persoalan masyarakat,” katanya.

Candra kembali menegaskan bahwa penilaiannya terhadap Bob Hasan bukan berdasarkan hubungan personal. Ia belum pernah bertemu langsung ataupun berinteraksi secara rutin dengan tokoh tersebut.

Karena itu, Candra memilih melihat Bob Hasan berdasarkan kiprah dan rekam jejak yang dapat diketahui publik.

“Saya tidak ingin mengatakan seolah-olah saya dekat secara pribadi dengan Bang Bob karena memang belum pernah bertemu langsung. Saya mengenal beliau lebih banyak dari rekam jejak, kiprah di DPR dan informasi yang saya dengar dari berbagai kesempatan,” ujarnya.

Candra menyebut posisi Bob Hasan di Komisi III dan Baleg DPR RI memberikan ruang strategis untuk terlibat dalam pembahasan persoalan hukum dan legislasi nasional.

Namun, menurut dia, hal yang lebih penting adalah bagaimana posisi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Cukup bangga melihat ada orang Minang yang mendapat kepercayaan di tingkat nasional. Tetapi tentu yang paling penting adalah bagaimana posisi dan amanah tersebut bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Candra.

Ia berharap Muswil I ARUN Sumbar tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga menghasilkan gagasan dan program yang dapat memperkuat kerja advokasi di daerah.

“Sekali lagi, atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, Bupati dan Wakil Bupati mengucapkan selamat dan sukses untuk Muswil I serta seminar nasional ARUN Sumbar. Mudah-mudahan acaranya berjalan lancar, ARUN Sumbar semakin maju dan bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan dan saran,” ujar Candra.

Menurut Candra, belum adanya pertemuan langsung tidak menghalangi seseorang untuk mengikuti kiprah tokoh melalui rekam jejaknya.

“Belum pernah bertemu bukan berarti kita tidak bisa mengikuti kiprahnya. Saya melihat dari rekam jejaknya. Sebagai orang Minang, tentu kita berharap kiprah beliau di tingkat nasional juga membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Candra.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini