CREW 8 NEWS|JAKARTA
Terpilihnya Zigo Rolanda sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan kader muda asal Sumatera Barat. Dari daerah, Zigo membangun pengalaman organisasi dan politik hingga mendapat mandat memimpin organisasi kepemudaan di tingkat nasional.
Zigo ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP AMPI melalui Musyawarah Nasional (Munas) X AMPI di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Sebelum penetapan, Zigo menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pencalonan. Pencalonannya memperoleh dukungan 26 DPD AMPI tingkat I, melampaui persyaratan minimal dukungan yang ditetapkan.
Terpilihnya Zigo sekaligus melanjutkan perjalanan panjang kader asal Sumatera Barat yang sebelumnya telah melewati berbagai jenjang organisasi dan politik.
Zigo pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2014–2019. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan periode 2019–2024.
Kini Zigo merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan memiliki pengalaman memimpin AMPI di tingkat provinsi. Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan sebelum dirinya mendapat kepercayaan memimpin organisasi di tingkat nasional.
Bagi Ranah Minang, perjalanan Zigo tidak semestinya hanya dibaca sebagai keberhasilan seorang kader atau pergantian kepemimpinan sebuah organisasi.
Lebih jauh, capaian tersebut dapat menjadi energi bagi generasi muda Sumatera Barat untuk melihat bahwa ruang kepemimpinan nasional juga dapat dibangun dari daerah.
Panggung nasional tidak semestinya hanya menjadi ruang yang didominasi kader yang tumbuh di pusat-pusat kekuasaan. Daerah memiliki anak muda dengan pengalaman, gagasan dan kapasitas yang dapat berkembang apabila diberikan ruang untuk berproses.
Dalam konteks itu, perjalanan Zigo dari Solok Selatan hingga dipercaya memimpin DPP AMPI menjadi salah satu gambaran bahwa proses kaderisasi dari daerah dapat menjadi pijakan menuju tanggung jawab yang lebih luas.
Namun, capaian tersebut sekaligus menghadirkan tantangan yang lebih besar.
Keberhasilan seorang kader tidak seharusnya berhenti sebagai kebanggaan daerah. Momentum itu perlu diterjemahkan menjadi dorongan untuk memperluas ruang kaderisasi, membuka kesempatan bagi generasi muda dan membangun ekosistem kepemimpinan yang memungkinkan lebih banyak anak muda Ranah Minang tampil di tingkat nasional.
Bagi generasi muda, perjalanan Zigo dapat dibaca sebagai pesan bahwa daerah bukan batas untuk membangun kapasitas kepemimpinan.
Kader muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam perubahan. Mereka perlu memiliki kesempatan untuk belajar, berorganisasi, menyampaikan gagasan, mengambil tanggung jawab dan membangun rekam jejak melalui proses yang panjang.
Karena itu, terpilihnya Zigo dapat menjadi momentum untuk mendorong pemuda Sumatera Barat agar lebih berani memasuki ruang-ruang kepemimpinan, baik di organisasi kepemudaan, pemerintahan, dunia politik maupun berbagai bidang profesional lainnya.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana regenerasi tersebut terus berlangsung.
Ranah Minang tidak hanya membutuhkan satu nama yang berhasil menembus panggung nasional. Sumatera Barat membutuhkan semakin banyak kader muda yang memiliki kapasitas, integritas, pengalaman dan keberanian untuk mengambil tanggung jawab publik.
Dengan pengalaman yang dibawa dari daerah, kepemimpinan Zigo di tingkat nasional juga menghadirkan harapan agar hubungan antara pusat dan daerah tidak berjalan satu arah. Pengalaman dan kebutuhan daerah perlu tetap menjadi bagian dari perspektif kader ketika berada di panggung nasional.
Pada akhirnya, terpilihnya Zigo Rolanda menjadi Ketua Umum DPP AMPI bukan sekadar cerita tentang seorang putra Solok Selatan yang mencapai posisi nasional.
Ini juga dapat menjadi energi bagi pemuda Ranah Minang untuk percaya bahwa perjalanan besar dapat dimulai dari daerah.
Dari Solok Selatan menuju panggung nasional, perjalanan Zigo memberikan satu pesan penting: kesempatan kepemimpinan harus terus dibuka bagi generasi muda daerah.
Dan tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan satu keberhasilan, melainkan melahirkan lebih banyak Zigo-Zigo berikutnya dari Ranah Minang yang siap mengambil bagian dalam menentukan masa depan.
(C8N)
#senyuman08






