Jakarta, Crew8 News,- Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto menerapkan strategi pemisahan fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai dua mesin utama ekonomi nasional. Skema ini diungkap oleh Budiman Sudjatmiko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Dalam sejumlah forum kebijakan publik, Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa pemerintah merancang pembagian peran yang tegas antara fungsi perlindungan sosial dan fungsi pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, APBN diposisikan sebagai “social engine” atau mesin pemerataan yang difokuskan untuk membiayai program-program yang berdampak langsung pada masyarakat. Program tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pembangunan perumahan rakyat.
“APBN harus hadir untuk rakyat kecil, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan ketimpangan bisa ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan ini bertujuan menurunkan angka kemiskinan sekaligus memperkecil kesenjangan sosial yang selama ini menjadi tantangan utama pembangunan.
Sementara itu, Danantara didesain sebagai “growth engine” atau mesin pertumbuhan yang bertugas mengelola investasi negara melalui konsolidasi aset-aset strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lembaga ini diharapkan mampu mendorong industrialisasi, hilirisasi sumber daya alam, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Melalui Danantara, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen tanpa harus membebani APBN secara berlebihan. Selain itu, Danantara juga diharapkan menjadi katalis dalam menarik investasi swasta, baik dari dalam maupun luar negeri.
Budiman menekankan bahwa kunci utama dari skema dua mesin ini adalah sinergi. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus berjalan seiring dengan pemerataan agar tidak menimbulkan ketimpangan baru di tengah masyarakat.
“Pertumbuhan tanpa pemerataan akan menciptakan jurang sosial. Sebaliknya, pemerataan tanpa pertumbuhan akan membuat ekonomi stagnan. Karena itu, dua mesin ini harus berjalan bersamaan,” tegasnya.
Pemerintah, lanjutnya, tengah membangun ekosistem kebijakan yang mengintegrasikan program ekonomi kerakyatan dengan investasi strategis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.
Strategi pemisahan fungsi antara APBN dan Danantara ini menjadi bagian dari arah besar kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi menuju negara maju. Dengan menggabungkan perlindungan sosial dan akselerasi investasi, pemerintah berharap dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(C8N)
#senyuman08






