Forum Asta Cita Indonesia Bentuk Kepengurusan Sumatera Barat, Lima Penerima Mandat Siap Jalankan Amanah

CREW 8 NEWS| PADANG

Forum Asta Cita Indonesia mulai mempersiapkan pembentukan kepengurusan di Provinsi Sumatera Barat. Pimpinan Nasional Forum Asta Cita Indonesia telah memberikan mandat kepada lima orang untuk mengonsolidasikan pembentukan Pimpinan Wilayah Forum Asta Cita Indonesia Sumatera Barat periode 2026–2030.

Mandat tersebut tertuang dalam Surat Mandat Nomor 90/I/PW/SB/IX/2026 yang diterbitkan di Jakarta pada 21 September 2026. Mandat diberikan kepada Iwan Syukri sebagai koordinator, bersama empat anggota, yakni Afrizal, Abel Tasman, SH, Husni Afdal Aziz, dan Novrianto.

Kelima penerima mandat menyatakan siap menjalankan tugas tersebut. Tahapan awal akan dilakukan melalui komunikasi dan konsolidasi untuk menjaring calon pengurus yang memiliki kapasitas serta kepedulian terhadap berbagai persoalan pembangunan di Sumatera Barat.

Pembentukan organisasi di tingkat provinsi ini tidak sekadar diarahkan untuk membentuk struktur kepengurusan. Forum Asta Cita Indonesia menempatkan dirinya sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk untuk menyerap aspirasi, melakukan kajian dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan.

Dalam dokumen mandat, ruang kerja calon kepengurusan Sumatera Barat juga dirancang cukup luas. Di antaranya bidang perlindungan sosial, pembangunan desa dan BUMDes, swasembada pangan dan pertanian, kesehatan, gizi, pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, UMKM, koperasi dan pariwisata.

Perhatian juga diarahkan pada isu lingkungan serta hukum dan tata kelola. Beberapa bidang yang disiapkan mencakup perubahan iklim, ekosistem daratan dan laut, pembangunan kota dan infrastruktur, pencegahan serta pemberantasan korupsi, pertanahan atau agraria, tata kelola adat, kebhinekaan, penanganan bencana alam, hingga statistik dan riset.

Forum Asta Cita Indonesia dibentuk setelah momentum Pemilihan Presiden 2024. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan organisasi, forum tersebut diarahkan menjadi wadah yang lebih luas untuk menghimpun pemangku kepentingan dan berkontribusi terhadap pembangunan.

Organisasi ini membawa visi “Bersama Pemangku Kepentingan Dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam perkembangannya, perhatian Forum Asta Cita Indonesia mencakup empat pilar, yakni pembangunan sosial, pembangunan ekonomi, pembangunan lingkungan, serta hukum dan tata kelola. Kerangka tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam penyusunan bidang-bidang yang akan dikembangkan di tingkat wilayah.

Di Sumatera Barat, proses pembentukan kepengurusan akan melibatkan penjaringan dan seleksi calon pengurus. Para calon juga diarahkan untuk mengisi formulir kesediaan menjadi pengurus serta menandatangani pakta integritas.

Pakta integritas tersebut antara lain memuat komitmen untuk mematuhi AD/ART organisasi, tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme, tidak memberikan suap atau gratifikasi, serta melaporkan indikasi KKN yang diketahui di lingkungan organisasi.

Setelah proses penjaringan dan penyusunan selesai, hasil kepengurusan Pimpinan Wilayah Forum Asta Cita Indonesia Sumatera Barat akan disampaikan kepada Pimpinan Nasional untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi.

Kelima penerima mandat menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dan membangun Forum Asta Cita Indonesia Sumatera Barat sebagai ruang bersama untuk menghimpun gagasan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong kontribusi masyarakat dalam pembangunan daerah.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini