Hafni Hafiz: Komisi III DPRD Kabupaten Solok Akan Turun Langsung Tinjau Jembatan Kewalian Sariak Alahan Tigo

Arosuka, Crew 8 News – Kondisi Jembatan Kewalian di Sariak Alahan Tigo, Jorong Taratak Baru, yang semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Kabupaten Solok.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Solok dari Fraksi Gerindra, Hafni Hafiz,A.md memastikan pihaknya akan segera turun langsung ke lapangan bersama tim untuk melihat kondisi jembatan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat, termasuk pelajar SMP dan SMA yang setiap hari melintas menggunakan jembatan tersebut.

Menurut Hafni Hafiz, laporan yang disampaikan masyarakat serta berbagai informasi yang berkembang di tengah publik perlu ditindaklanjuti secara langsung agar DPRD memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi di lapangan.

“Kami dari Komisi III DPRD Kabupaten Solok akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Setelah itu akan dilakukan evaluasi bersama pihak terkait dan kami akan merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah agar pembangunan jembatan yang sempat terbengkalai tersebut dapat kembali dianggarkan dan dilanjutkan hingga tuntas,” ujar Hafni Hafiz.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah, menurutnya, harus hadir memberikan solusi atas persoalan yang menyangkut keselamatan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam mengakses fasilitas umum harus terjamin. Pemerintah harus hadir dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama menyangkut akses dasar seperti jembatan ini. Apalagi pembangunan infrastruktur menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan juga menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Solok dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah,” tegasnya.

Hafni Hafiz juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas publik di daerahnya. Menurutnya, kontrol sosial yang dilakukan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran.

“Kami sangat berterima kasih atas kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Terlebih kepada adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dan perhatian terhadap kondisi jembatan ini. Masukan seperti ini sangat penting bagi kami sebagai wakil rakyat dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan langsung dengan ruang lingkup kerja Komisi III DPRD Kabupaten Solok yang bermitra dengan sejumlah OPD teknis, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi teknis lain yang berkaitan dengan pembangunan dan infrastruktur daerah.

Sebagai mitra kerja Dinas PUPR, lanjut Hafni, Komisi III memiliki tanggung jawab untuk memastikan program pembangunan yang telah direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menyelesaikan persoalan infrastruktur yang masih menjadi kendala di lapangan.

“Kami juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang telah menjalankan fungsi kontrol sosial serta kepada mahasiswa yang telah memberikan informasi dan masukan. Informasi dari masyarakat menjadi bahan penting bagi DPRD untuk mendorong OPD terkait agar melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret,” ujarnya.

Hafni Hafiz menegaskan bahwa hasil kunjungan lapangan nantinya akan menjadi dasar bagi Komisi III DPRD Kabupaten Solok untuk mendorong Dinas PUPR melakukan kajian teknis dan memasukkan kembali pembangunan Jembatan Kewalian Sariak Alahan Tigo ke dalam program prioritas pembangunan daerah.

“Harapan kita sederhana, pembangunan jembatan ini bisa dilanjutkan hingga selesai sehingga masyarakat dapat menikmati hak dasar mereka atas akses yang aman, layak, dan nyaman. Jangan sampai masyarakat terus dibayangi risiko keselamatan akibat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan tersebut pernah dianggarkan melalui APBD Perubahan Tahun 2024 yang berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Solok Efdizal dengan nilai sekitar Rp185 juta. Namun hingga saat ini pembangunan disebut baru sebatas pekerjaan pondasi, bahkan masyarakat menilai terdapat kondisi pondasi yang tidak seimbang dan belum diikuti pekerjaan lanjutan. Sementara itu, jembatan lama yang masih digunakan warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian lantai dan konstruksi.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat karena jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Fifi Fortuna, hingga saat ini masih belum memberikan respons terhadap konfirmasi yang diajukan terkait kondisi jembatan yang rusak dan belum tuntasnya pembangunan pondasi yang dikerjakan pada tahun anggaran perubahan 2024.

Padahal, persoalan tersebut menyangkut akses vital masyarakat dan pelajar yang setiap hari memanfaatkan jembatan tersebut sebagai jalur penghubung utama.

Media ini akan terus berupaya memperoleh keterangan resmi dari Dinas PUPR guna mendapatkan penjelasan mengenai progres, kendala, maupun rencana tindak lanjut pembangunan Jembatan Kewalian Sariak Alahan Tigo.

Masyarakat kini berharap kunjungan lapangan Komisi III DPRD Kabupaten Solok dapat menjadi langkah awal untuk mempercepat evaluasi serta mendorong pemerintah daerah mengalokasikan kembali anggaran penyelesaian proyek tersebut, sehingga jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu dapat segera dibangun secara tuntas dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini