CREW 8 NEWS| SOLOK
Penanganan pascagalodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi. Selain pembersihan material dan pemulihan akses, normalisasi aliran air dari kawasan hulu menjadi perhatian karena masih terdapat sumbatan yang berpotensi menimbulkan limpasan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Pantauan langsung awak media di lapangan, Sabtu (26/9/2026), menunjukkan personel Satuan Lalu Lintas Polres Solok masih melakukan pengaturan arus di sejumlah titik terdampak. Petugas mengawal pergerakan kendaraan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi kendaraan berat dan tim teknis yang masih bekerja di kawasan terdampak galodo.
Personel Satlantas terlihat berada di lapangan di tengah kondisi jalan yang masih dipengaruhi material lumpur dan aktivitas alat berat. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi badan jalan serta pekerjaan penanganan yang sedang berlangsung.
Kegiatan pengamanan lalu lintas tersebut berada di bawah koordinasi Kasat Lantas Polres Solok IPTU Akbar Kharisma Tanjung, S.H., M.H.
Keberadaan personel lalu lintas menjadi penting karena ruas jalan di kawasan terdampak digunakan secara bersamaan oleh masyarakat, kendaraan logistik, kendaraan petugas, alat berat dan tim teknis yang melakukan pemulihan.
Galodo yang menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam, 21 September 2026, sebelumnya menyebabkan sejumlah ruas jalan terganggu akibat material lumpur, batu, kayu dan material lainnya.
Di tengah pemulihan akses tersebut, ruas bypass Arosuka di kawasan Pintu Angin ditutup sementara untuk mendukung pekerjaan penanganan aliran air dari kawasan hulu.
Pantauan langsung awak media memperlihatkan BWS Sumatera V masih melakukan pembukaan sumbatan aliran air yang melintas di bawah ruas jalan nasional tersebut. Pekerjaan telah dilakukan sejak malam sebelumnya dengan mengerahkan personel dan peralatan untuk mengurangi air yang masih terbendung serta membuka kembali jalur aliran yang tersumbat material pascagalodo.
Sejumlah pompa berkapasitas besar digunakan untuk membantu mengurangi air yang terbendung. Pekerjaan dilakukan dengan kondisi kawasan yang masih membutuhkan penanganan teknis secara intensif.
Penutupan bypass dilakukan agar pekerjaan BWS Sumatera V dapat berlangsung dengan aman sekaligus memberikan ruang bagi alat berat dan personel yang bekerja di lokasi.
Informasi yang diperoleh dari pantauan lapangan, penutupan ruas bypass tersebut direncanakan berlangsung sekitar tiga hari. Setelah pekerjaan pembukaan sumbatan dilakukan, penanganan akses diinformasikan akan dilanjutkan dengan pemasangan jembatan Bailey sebagai jembatan darurat.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat untuk menjaga konektivitas jalan sekaligus memberikan waktu bagi pekerjaan normalisasi aliran air dan penanganan infrastruktur lebih lanjut.
Persoalan di kawasan tersebut tidak hanya menyangkut kondisi badan jalan. Sumbatan pada aliran air dari kawasan hulu menjadi perhatian karena apabila debit meningkat akibat hujan, air berpotensi kembali tertahan dan melimpas ke kawasan sekitar jalan nasional.
Karena itu, pembukaan sumbatan menjadi pekerjaan penting dalam fase pemulihan pascagalodo. BWS Sumatera V bersama unsur terkait terus melakukan penanganan agar aliran air kembali berjalan dan kapasitas alirannya dapat dipulihkan.
Pada saat yang sama, Satlantas Polres Solok melakukan pengaturan arus untuk memastikan aktivitas pekerjaan tidak menimbulkan gangguan keselamatan bagi pengguna jalan.
Pengendara yang hendak melintas kawasan bypass Arosuka diminta mengikuti arahan petugas dan tidak menerobos ruas yang sedang ditutup. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan karena pekerjaan normalisasi masih berlangsung dan kondisi cuaca masih berpotensi berubah.
Penanganan akses dilakukan secara bertahap. Setelah material galodo dibersihkan, sejumlah jalur telah kembali dapat dilalui, tetapi beberapa titik masih membutuhkan pengaturan lalu lintas dan pekerjaan teknis.
Dalam kondisi tersebut, penutupan bypass Arosuka menjadi bagian dari langkah darurat untuk membuka kembali aliran air dari hulu sekaligus menjaga keamanan ruas jalan nasional.
Pekerjaan BWS Sumatera V, pengaturan lalu lintas oleh Satlantas Polres Solok, serta penanganan oleh unsur pemerintah dan aparat berjalan secara bersamaan di lapangan.
Dengan normalisasi aliran air dan rencana pemasangan jembatan darurat, pemulihan akses di kawasan Arosuka kini memasuki tahapan lanjutan. Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti perkembangan pengaturan lalu lintas dan arahan petugas hingga pekerjaan selesai.
(C8N)
#senyuman08






