Pencarian Korban Berakhir, Polres Solok Waspadai Potensi Galodo Susulan

CREW 8 NEWS SOLOK

Penanganan bencana galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memasuki tahap pemulihan setelah seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan. Meski operasi pencarian dan evakuasi telah berakhir, aparat masih meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir bandang susulan karena kondisi cuaca dan intensitas hujan masih tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan koordinasi di Posko Utama Penanganan Bencana Kabupaten Solok, jajaran Polres Solok bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait membahas langkah lanjutan penanganan pascabencana.

Rapat tersebut dipimpin Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini. Selain membahas pemulihan kawasan terdampak, koordinasi juga diarahkan pada kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana susulan.

Kewaspadaan terhadap potensi galodo susulan menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terutama di kawasan yang sebelumnya terdampak material banjir bandang maupun wilayah yang berada di sekitar aliran sungai.

Masyarakat Kabupaten Solok diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang berada di sekitar lokasi terdampak serta masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Warga juga diimbau tidak mendekati kawasan sungai ketika hujan deras berlangsung dan segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perkembangan kondisi yang dinilai membahayakan.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Berakhirnya operasi pencarian korban tidak serta-merta menghilangkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama ketika faktor cuaca masih menjadi perhatian.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir yang dilaporkan hilang pada Jumat, 25 September 2026. Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian korban galodo di kawasan Arosuka.

Sejak bencana terjadi pada Senin malam, 21 September 2026, personel kepolisian bersama TNI, BPBD dan unsur lainnya telah terlibat dalam proses evakuasi, pencarian korban, pengamanan lokasi serta pembersihan material yang menutup akses masyarakat.

Setelah seluruh korban ditemukan, fokus penanganan kemudian bergeser pada pemulihan akses, pengamanan kawasan, distribusi bantuan dan pemulihan pelayanan publik.

Dalam konteks tersebut, pengamanan lalu lintas juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan masih digunakan untuk mobilisasi kendaraan bantuan, alat berat dan masyarakat sehingga membutuhkan pengaturan agar proses pemulihan dapat berlangsung aman dan lancar.

Koordinasi juga diperlukan untuk memastikan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak tetap berjalan, sekaligus mengantisipasi perubahan kondisi lapangan akibat hujan.

Pada 25 September, Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Utama Kabupaten Solok. Pemerintah pusat meminta pemulihan akses serta pelayanan publik dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Dengan kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai, aparat dan pemerintah daerah tidak hanya berkonsentrasi pada pemulihan kawasan yang telah terdampak, tetapi juga melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya bencana susulan.

Pesan yang disampaikan kepada masyarakat adalah tetap waspada meski operasi pencarian telah selesai. Terutama ketika hujan deras berlangsung, warga di sekitar wilayah terdampak dan daerah aliran sungai diminta mengutamakan keselamatan, menjauhi lokasi berisiko dan mengikuti informasi serta arahan dari petugas.

(C8N)

#senyuman08

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini