CREW 8 NEWS | JAKARTA
Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Asta Cita Indonesia, Hasbi, menyatakan dukungannya terhadap program 100 hari Kapolri baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Hasbi menilai momentum Hari Kesaktian Pancasila memiliki relevansi dengan agenda pembenahan institusi kepolisian, terutama dalam memperkuat kepastian hukum, pelayanan kepada masyarakat, integritas aparat serta pengawasan terhadap pelaksanaan kewenangan.
Menurut Hasbi, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Momentum Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi pengingat bahwa setiap institusi negara memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan keadilan, kepastian hukum dan pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Karena itu, kami mendukung program 100 hari Kapolri baru sebagai momentum memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” ujar Hasbi.
Dukungan tersebut disampaikan Hasbi menyusul paparan Suyudi Ario Seto dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI yang menempatkan konsep “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai salah satu arah transformasi kepemimpinannya.
Dalam paparannya, Suyudi membagi agenda 100 hari pertama menjadi tiga tahapan. Tiga puluh hari pertama diarahkan untuk memeriksa kondisi aktual institusi, hari ke-31 hingga ke-60 untuk menguji perbaikan, sedangkan hari ke-61 hingga ke-100 untuk melihat hasil dan melakukan koreksi terhadap program yang belum berjalan optimal.
Hasbi mengatakan pendekatan tersebut perlu dikawal agar program yang telah dirancang tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
“Polri harus semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat membuat laporan, mereka harus mendapatkan kepastian dan informasi mengenai prosesnya. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, negara harus hadir. Ini merupakan bagian penting dari semangat keadilan sosial dan kemanusiaan yang menjadi nilai dasar Pancasila,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian terhadap penguatan meritokrasi dan integritas dalam tubuh Polri. Menurut Hasbi, pembenahan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun institusi penegak hukum yang profesional.
Dalam pemaparannya di DPR, Suyudi menyampaikan enam agenda prioritas transformasi Polri, yakni penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia dan rekrutmen, penguatan pelayanan publik, penguatan penegakan hukum, penguatan pengawasan serta akuntabilitas anggaran.
Hasbi menilai enam agenda tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan memperkuat tata kelola institusi negara yang transparan dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Penegakan hukum harus memberikan rasa keadilan, pelayanan harus diberikan tanpa diskriminasi dan kewenangan harus dijalankan secara bertanggung jawab,” ujar Hasbi.
Ia berharap program 100 hari Kapolri baru dapat menjadi awal dari pembenahan yang berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek.
Forum Asta Cita Indonesia, kata Hasbi, akan mendukung setiap langkah yang bertujuan memperkuat profesionalitas, transparansi, akuntabilitas dan kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Yang paling penting adalah hasilnya dapat dirasakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat harus viral terlebih dahulu baru mendapatkan perhatian. Polri harus mampu memastikan setiap laporan dan pengaduan ditangani berdasarkan hukum dan prosedur yang berlaku,” katanya.
Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Hasbi berharap semangat menjaga ideologi negara juga tercermin dalam pelaksanaan tugas seluruh aparat negara.
“Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata. Keadilan, kemanusiaan, persatuan dan kepentingan masyarakat harus menjadi bagian dari pelayanan negara sehari-hari,” tutup Hasbi.
(C8N)
#senyuman08






